Sabtu, 17 November 2018

Serapan Rendah, Dana Jampersal Turun Drastis

SERANG, (KB).- Dana Program Jaminan Persalinan (Jampersal) dari pemerintah pusat yang diberikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang pada 2018 turun drastis, jika dibandingkan 2017 yang mendapatkan Rp 11 miliar, sementara sekarang hanya Rp 2,8 miliar atau berkurang Rp 8,2 miliar. Pengurangan diduga, karena serapan program tersebut rendah di 2017.

Kini, Dinkes Kabupaten Serang dibantu Bupati Serang mengupayakan penambahan anggaran tersebut dengan menyurati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementrian Keuangan (Kemenkeu).
“Saya sangat menyayangkan dana Jampersal 2018 dari pemerintah pusat turun drastis. Sekarang kami juga lagi berupaya keras dibantu bupati, dengan mengirim surat ke Kemenkeu dan Kemenkes, supaya anggaran itu minimal seperti tahun kemarin, di 2018 ini,” kataKepala Dinkes Kabupaten Serang, Sri Nurhayati, Senin (15/1/2018).

Ia mengatakan, 2017 dana Jampersal Kabupaten Serang dari pemerintah pusat sekitar Rp 11 miliar, sementara 2018 hanya Rp 2,8 miliar. “2017 realisasinya sekitar Rp 4 miliar dan itu mulainya September,” ujarnya. Jika alasan pengurangan dana, karena serapan rendah, menurut dia, hal tersebut kurang tepat, karena daerah lain ada yang serapannya tidak maksimal, tetapi pengurangannya tidak drastis. “Katanya memang begitu dilihat dari realisasi, tapi Kabupaten Tangerang tidak drastis, mereka realisasinya sama, malah lebih bagus kami, tapi di 2018 tidak drastis turunnya, seperti Kabupaten Serang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, realiasai Jampersal 2018 sedikit, karena petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pusat juga terlambat didapatkan serta pihaknya juga menyayangkan hal tersebut. “Jampersal ini kan dana dari DAK, nah juknis-nya turun agak terlambat ke kaminya, sehingga pada waktu itu kan kami gak berani (berjalan) kalau belum ada juklak dan juknis-nya takutnya gak bisa sesuai,” tuturnya.

Ia menuturkan, program tersebut, September-Oktober baru bisa running atau dimanfaatkan masyarakat, Dinkes juga terus sosialisasikan dan namanya program baru perlu persiapan tidak bisa langsung. Sehingga, terus terang saja belum terlalu banyak masyarakat yang mendapatkan program tersebut. Tetapi, sekarnag sudah bagus pemanfaatannya oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat program ini. Tapi, tiba-tiba 2018 dananya turun drastis. Kami juga bingung, waduh gimana ini kalau nanti masyarakat sudah tahu, makanya kami berupaya, mohon doanya saja mudah-mudahan bisa ditambah di anggaran perubahan,” katanya.

Ia menyayangkan, pengurangan anggaran tersebut, karena program sudah running. Oleh karena itu, pihaknya menyurati Kemenkeu dan Kemenkes, agar anggaran ditambah. “Saya saat rapat tingkat nasional juga suarakan itu dan langsung ke Kemenkes secara lisan sudah disampaikan, mudah-mudahan ditambah,” ujarnya.

Sementara, untuk pelaksanaan Jampersal 2018, ujar dia, saat ini pihaknya juga belum menerima juklak dan juknis-nya. “Untuk 2018 (juklak dan juknis) belum kami terima, tapi dangar-dengar sama dengan juklak dan juknis 2017, cuma ada perubahan dikit. Tapi, sekarang kami belum terima, itu yang kadang menghambat kami juga, karena kami juga gak berani, kalau misalnya kami begini di juknis-nya gak ada, salah nanti,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, program Jampersal, di antaranya untuk 17 rumah tunggu kelahiran (RTK) dan operasionalnya. RTK dipergunakan manakala ada ibu mau bersalin yang rumahnya jauh dari fasilitas kesehatan, terus yang punya risiko diharapkan paling tidakH-3 atau H-7 melahirkan sudah dibawa ke RTK. (YY)***


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *