Kamis, 20 September 2018

Serapan Rastra di Kabupaten Pandeglang Tembus 100%

PANDEGLANG, (KB).- Hingga memasuki bulan ke tujuh tahun ini, serapan beras sejahtera (Rastra) 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang cukup maksimal. Saat ini, data penyaluran dan penyerapan rastra tersebut hingga menembus 100 persen. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Pandeglang, Dadi Rajadi kepada Kabar Banten, terkait hasil hearing atau dengar pendapat dengan pihak Sub Divre Bulog Lebak-Pandeglang, Selasa (10/7/2018).

Selain tingkat penyerapan dan penyaluran, lanjut Dadi, hasil uji petik di lapangan menyatakan kondisi rastra baik secara kuantitas maupun kualitas cukup baik dan terjamin. Hal tersebut menandakan program rastra di Pandeglang terealisasi dengan baik.

“Sudah pasti, jika penyerapan dan penyaluran rastra baik, berarti Bulog mampu menyerap beras produksi lokal. Sehingga memberikan dampak positif baik bagi petani maupun masyarakat selaku penerima rastra. Untuk penyaluran bulan ini, masih menunggu surat dari pemerintah pusat dan tidak lama lagi akan segera direalisasikan penyalurannya,” kata Wakil Ketua

Komisi II DPRD Pandeglang, Dadi Rajadi. Meski demikian, Dadi berharap pemerintah dan masyarakat serta stakeholder untuk bersama-sama menyukseskan program rastra. Karena program ini sangat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. “Ya, program rastra sangat membentu masyarakat.

Kami pun berharap program ini juga harus didukung pemerintah provinsi dan pusat agar terus bergulir di setiap kabupaten/kota di Banten,” ujarnya. Dalam hearing bersama dewan, Kepala Sub Divre Bulog Lebak-Pandeglang, Sarjaka membenarkan serapan rastra cukup maksimal. Namun untuk realisasi penyaluran tahun ini masih menunggu SK dari pemerintah pusat.

Sementara itu, salah seorang mitra Bulog Lebak-Pandeglang, H. Ating mengatakan, selama ini proses penyerapan dan penyaluran rastra di Pandeglang cukup baik. Sebagian besar beras rastra juga telah mengakomodasi hasil produksi padi lokal. Sehingga program rastra tidak saja memberikan manfaat bagi penerima rastra, juga berdaya guna untuk para petani.

“Ya, program rastra sangat menyentuh kebutuhan masyarakat. Kalau serapannya per tahun selalu maksimal. Karena kuota rastra untuk Pandeglang rata-rata berkisar 20-25 ribu ton per tahun,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petani asal Pandeglang, Hudori mengatakan, selama program rastra bergulir, para petani cukup mendapatkan peluang dalam memasarkan hasil panen padinya. Karena Bulog selalu menampung beras lokal.
“Ya, secara kuantitas dan kualitas, produksi rastra di Pandeglang cukup bagus,” tuturnya. (IF/EM)*


Sekilas Info

Pemkab Pandeglang Diminta Transparansi Publik

PANDEGLANG, KB.- Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang berunjuk rasa di depan Gedung Setda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *