Serapan Belanja 5 OPD Kabupaten Serang Rendah, Tatu : Masih dalam Kondisi Aman

Ratu Tatu Chasanah.*

SERANG, (KB).- Serapan anggaran belanja di lima organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Serang rendah hingga triwulan kedua 2019. Namun, meski demikian, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menilai, OPD tersebut masih dalam kondisi aman. Hal tersebut, terungkap dalam rapat dinas eselon II dan III di Aula Tubagus Suwandi, Pemkab Serang, Senin (22/7/2019).

Kepala Bagian Bina Program Setda Kabupaten Serang Sarudin mengatakan, serapan belanja terendah ada di lima OPD, yakni DKBP3A 25,78 persen, BKPSDM 22,73 persen, Diskoperindag 21,97 persen, RSUD 8,3 persen, dan terendah DPKPTB 7,72 persen, sedangkan OPD serapan tertinggi, yakni Dinas Perpustakaan dan Arsip 48,16 persen, Dinas Sosial 45,79 persen, Sekretariat DPRD 43,93 persen, Disnakertrans 42,75 persen, dan DKPP 42,16 persen. “Itu realisasi secara keseluruhan antara belanja langsung dan tidak langsung,” katanya dalam rapat dinas tersebut (22/7/2019).

Ia mengungkapkan, pada periode 30 Juni atau semester I, secara akumulasi realisasi anggaran Kabupaten Serang untuk pendapatan dari target Rp 3 triliun baru tercapai Rp 1,2 triliun atau 39,95 persen. Belanja dari total anggaran Rp 3,39 triliun baru tercapai Rp 899,211 miliar atau 26,93 persen. Pos pembiayaan dari target Rp 315 miliar belum ada yang realisasi begitu juga untuk pengeluaran pembiayaan belum realisasi.

Kemudian, ujar dia, untuk pos pendapatan dari pendapatan asli daerah (PAD), dari target Rp 735,741 miliar baru tercapai Rp 212,88 miliar atau 28,83 persen, bagi hasil dari target Rp 1,6 triliun baru tercapai Rp 782,157 miliar atau 47,84 persen. Kemudian, untuk sumber lainnya dari target Rp 656 miliar baru realisasi Rp 214 miliar atau 32,76 persen.

Sementara, untuk belanja tidak langsung, dari total anggaran Rp 1,706 triliun baru tercapai Rp 615,796 miliar atau 36,9 persen. Untuk belanja langsung dari anggaran Rp 1,633 triliun baru realisasi Rp 283,415 miliar atau 17,36 persen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menuturkan, pihaknya sudah mendengar alasan rendahnya serapan belanja dari lima OPD. Menurut pemaparan tersebut, ucap dia, mereka masih dalam kondisi aman. “Karena kebanyakan anggaran belanja modal ini masih dalam proses lelang. Diukur dari waktu proses lelang dan waktu pelaksanaan masuk dalam kondisi aman,” tuturnya.

Kemudian, disinggung soal serapan anggaran untuk pengadaan lahan, dia sudah mengingatkan berulang kali. “Saya minta dievaluasi. Pengadaan kalau ada kekhawatiran saya sampaikan minta pendamping dari Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), tapi kalau persoalan lain nanti dievaluasi. Jadi, ketika menganggarkan harus ada kajian yang mendekati bisa terealisasi. Jangan sampai ngebleng, sehingga tidak terserap,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here