Serapan APBD Tangsel 2019 Baru 30 Persen

TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany kecewa dengan serapan anggaran yang relatif masih kecil. Serapan anggaran untuk realisasi keuangan baru 30 persen dan pekerjaan fisik 40 persen.

“Harusnya bulan Juni realisasinya sudah di atas 50 persen,” katanya di Balai Kota Tangsel, Jalan Raya Maruga Nomor 1, Serua, Kecamatan Ciputat, Senin (8/7/2019).

Ia berharap, pelantikan bisa meningkatkan fokus kerja dalam percepatan serapan anggaran. Pejabat administrator dan pengawas harus mampu untuk melaksanakan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) serta rencana strategis (Renstra).

“Saya harap, jabatan setingkat pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dan langsung bisa melaksanakan program kerja sesuai dengan dokumen perencanaan daerah, bukan membuat kegiatan sesuai dengan keinginan individu,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Warman Syanuddin mengatakan, serapan APBD 2019 masih rendah. Pada semester pertama ini serapan keuangan baru mencapai 32-35 persen.

“Kalau untuk penyerapan keuangan iya,” ucapnya di Gedung DPRD Kota Tangsel, Senin (8/7/2019).

Ia mengklaim, jumlah persentase serapan anggaran di atas relatif masih sama antara belanja langsung dan belanja tidak langsung. Menurut dia, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) APBD 2018 lalu relatif bagus. Pemerintah Kota Tangsel sempat mengestimasi Silpa sekitar Rp 500 millar.

“Karena yang direncanakan itu sekitar 500-an. Kami yang tercatat Rp 461 (miliar),” tuturnya.

Ia menuturkan, di dalamnya ada kelebihan pendapatan. Ia tak hafal berapa besar nominal angka pelampauan pendapatan yang tercatat. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here