Serap Aspirasi Masyarakat, Dewan Pertimbangan MUI Banten Selisik Penolakan terhadap Ketua MUI Cilegon

Suasana rapat dengar pendapat antara Dewan Pertimbangan MUI Banten dengan puluhan Organisasi Kepemudaan yang difasilitasi oleh Kemenag Kota Cilegon di Aula Kemenag, Rabu (29/1/2020).*

CILEGON, (KB).- Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten mendatangi Kota Cilegon untuk melakukan tabayyun atau menyelisik banyaknya penolakan terhadap Ketua MUI Kota Cilegon hasil Musyawarah daerah (Musda) beberapa waktu lalu.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Banten Prof. DR,MA.Tihami mengatakan, maksud kedatangan dewan pertimbangan ke Cilegon adalah adanya persoalan yang harus diselesaikan.

“Kami melakukan tabayyun terhadap semua elemen masyarakat. Mulai dari Pemkot Cilegon, panitia musda, unsur organisasi kepemudaan, sampai dengan Tokoh masyarakat Cilegon yang rencananya semua kami tampung aspirasinya,” kata Tihami usai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan puluhan OKP di Aula Kemenag Kota Cilegon, Rabu (29/1/2020).

Dia mengatakan, hasil tabayyun tersebut akan disampaikan kepada pengurus MUI Banten paling lambat 5 Februari mendatang. Apapun hasil dari tabayyun serta keputusannya, ada pada pengurus MUI Banten. Dewan Pertimbangan, kata dia, hanya memberikan bahan saja atau aspirasi yang berkembang dari elemen masyarakat Cilegon.

“Jadi ranah keputusan bukan di kami, mekanismenya hasil dari penggalian informasi dari berbagai pihak, kami serahkan ke MUI Banten. Ini adalah salah satu bagian dari mekanisme dalam organisasi. Tinggal satu lagi tabayyun kami kepada tokoh masyarakat yang akan dilakukan besok (hari ini) di salah satu masjid di Kota Cilegon,” ujarnya.

Baca Juga : Musda MUI Kota Cilegon Disoal

Sementara itu, Ketua Himpunan Pemuda Al Khairiyah Kota Cilegon Ismatullah mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat dan proposal yang ditujukan kepada MUI Pusat dan MUI Banten terkait penolakan terpilihnya Ketua MUI Kota Cilegon yang baru. Pihaknya dalam RDP, ujar dia, memberikan pandangan dan masukan-masukan berdasarkan proposal yang telah disampaikan.

“Ketua dan anggota Dewan Pertimbangan MUI sudah membaca surat dan proposal yang kami kirim, dan beliau-beliau sudah membaca. Mereka hanya ingin mengetahui sejauh mana terkait dengan proposal tersebut. Dari tujuh yang diberikan kesempatan berbicara pada RDP tadi, intinya menolak dan tidak menerima atas terpilihnya ketua MUI yang baru dan meminta diganti. Kami serahkan mekanismenya kepada MUI Banten, mau diulang atau diganti terserah MUI Banten,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) Rizky. Menurutnya, dalam acara tabayyun tersebut pihaknya yang mewakili unsur mahasiswa menyatakan, berbicara soal moral yakni Ketua MUI Kota Cilegon mantan narapidana korupsi yang artinya kami dari mahasiswa mencoba mengkritik.

“Kami menyarankan kepada MUI Banten untuk dipertimbangkan kembali atas terpilihnya Ketua MUI Kota Cilegon tersebut. Karena mantan koruptor adalah menjadi cerminan yang kurang baik, akan muncul ketidakpercayaan terhadap MUI. Ini adalah hal yang sangat menakutkan. Karena MUI ke depan akan banyak mengeluarkan fatwa-fatwa,” ucapnya.

Baca Juga : Dimyati Abu Bakar Pimpin MUI Kota Cilegon

Ia menambahkan, apabila ditetapkan sebagai ketua definitif kemudian mengeluarkan fatwa, masa mantan napi koruptor atau yang mempunyai rekam jejak kurang bagus di mata masyarakat bisa diikuti oleh warga Cilegon.

“Semoga hasil tabayyun hari ini bisa dipertimbangkan kembali dan melihat respons dari para kesepuhan kami melihat mempunyai rasa kegelisahan yang sama,” tuturnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here