Serang Utara Darurat Air Bersih

Wilayah Serang Utara setiap tahun selalu mengalami kekeringan hebat ketika kemarau panjang tiba. Hal yang sama juga terjadi pada 2019. Beberapa daerah, seperti Pontang, Tirtayasa, dan Lebak Wangi sudah darurat air bersih. Bahkan, beberapa desa di tiga kecamatan tersebut, sampai harus membeli air bersih galonan untuk memenuhi kebutuhannya.

Tokoh Masyarakat Desa Domas, Kecamatan Pontang Dendi Kurnia Ardiansyah mengatakan, air di wilayahnya sudah kering kerontang. Bahkan, untuk sekadar berwudu saja mereka sudah kesulitan. “Tolong pemangku kebijakan kudu melek,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (23/8/2019).

Ia yang merupakan anggota dewan terpilih dari dapil I menuturkan, selama ini masyarakat mengandalkan air yang dikirim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. Namun demikian, air tersebut tidak mencukupi untuk mengcover seluruh kebutuhan. “Sisanya kami beli (galonan),” ucapnya.

Ia mengatakan, kekeringan tersebut, sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Musim kemarau sudah berlangsung cukup lama. “Yang terdampak itu Pontang, Lebak Wangi, dan Tirtayasa. Wabil khusus Desa Domas,” ujar mantan Kades Domas tersebut.

Disinggung soal Pemkab Serang yang saat ini sedang berupaya membuat tandon air dari pemanfaatan Kalimati, dia menilai, hal tersebut masih belum bisa menjadi solusi efektif. Sebab, seharusnya tandon dikhususkan untuk Pontang. “Karena kan pertanian dan perikanan adanya di Pontang,” tuturnya.

Sementara sebelumnya, Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Babay Ahlan mengatakan, pengiriman air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan tersebut, sudah gencar dilakukan sejak awal Agustus.

Tercatat, hingga Rabu (21/8/2019) sudah ada 195.000 liter air bersih yang didistribusikan kepada 6 kecamatan dan 36 desa, di antaranya Tirtayasa, Tanara, Binuang, dan Ciomas. “Dan hari ini (kemarin) kami ngirim dua mobil, jadi sehari itu bisa 10.000 liter air yang kami kirim, per mobilnya itu 5.000 liter,” katanya.

Ia menuturkan, pelayanan air bersih dilakukan berdasarkan usulan dari masyarakat. Oleh karena itu, pengiriman air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan. “Kami rutin setiap hari ngirim, kami melayani apabila ada permohonan,” ujarnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here