Serang Super League, PBR FC Puncaki Klasemen Sementara

Pemain PBR FC melakukan selebrasi setelah mencetak gol dan berhasil memenangkan laga kedua mereka, kontra Lapis Baja FC dengan skor 3-2 di Stadion Heroik Kopassus, Kota Serang, Ahad (28/7/2019).

SERANG, (KB).- Klub PBR FC hingga pekan kedua perhelatan kompetisi Serang Super League (SSL) berhasil memuncaki klasemen sementara, Ahad (28/7/2019). Posisi PBR ditempel klub Peruzzi FC dan Meong Bodas di peringkat kedua dan ketiga.

Berdasarkan data yang diterima Kabar Banten, PBR memuncaki klasemen sementara dengan raihan enam poin, hasil yang sama juga didapat Peruzzi FC. Hanya saja PBR unggul produktivitas gol dengan mengoleksi enam gol dan dua kemasukan, sementara Peruzzi baru mengoleksi lima gol dan satu kemasukan.

Sementara itu, diposisi ketiga ditempati sementara oleh Meong Bodas dengan poin yang sama yakni enam, namun produktivitas yang lebih sedikit yakni dua gol dan tanpa kebobolan.

Diketahui, pemuncak klasemen ditempati PBR FC setelah mereka berhasil memenangkan laga kedua mereka, kontra Lapis Baja FC di Stadion Heroik Kopassus, Kota Serang dengan skor 3-2.

Baru babak pertama berjalan, PBR FC sangat mendominasi permainan, menurut pantauan, Ball Possesion dimenangkan oleh PBR FC. Itu terbukti dengan sudah mengantongi tiga gol dari klub asal Kota Cilegon Lapis Baja FC, dengan skor 3-0.

Babak kedua dimulai, kini berbalik keadaan, giliran Lapis Baja FC yang mengobrak-abrik pertahanan PBR FC, berkat sundulan pemain dengan nomor punggung delapan, Lapis Baja dapat memperkecil skor menjadi 3-2.

Sampai peluit berakhir dibunyikan, PBR FC dapat menyeimbangi permainan dan mempertahankan skor sehingga balik ke kandang dengan membawa tiga poin.

Manajer Event SSL Adam Maula menuturkan, laga kedua menyisakan 11 pertandingan pekan lagi, akan tetapi antusias dan euforia baik dari pemain sampai supporter semakin ramai.

“Selama atmosfer bola menyala lagi di Banten, dari pemain dan manajemennya sangat teratur, dan semoga selalu menjunjung tinggi sportivitas,” tuturnya.

Konsep profesional, lanjut Adam, drama permainan akan selalu ada, akan tetapi sifat profesional harus tetap ada.

“Seperti akumulasi kartu di SSL tidak diberikan kepada panitia penyelenggara ini, akan tetapi diberikan kepada tim lawan yang diganjar kartu, buat apa? Buat kita tonjolkan sisi kejeraan, apabila melanggar harus berpikir dua kali,” ujarnya.

Adam berharap, agar selalu menjaga fairplay, agar dapat mempersatukan komunitas pencinta bola.

Sementara itu, Pelatih PBR FC Roni Pasha mengatakan, dari hasil pertandingan yang didapat sementara, masih banyak evaluasi seperti fisik yang harus dijaga.

“Babak kesatu oke, tapi babak kedua mulai menurun stamina kami, beruntung kami bisa bertahan sampai selesai dan mendapat kemenangan, berarti yang harus ditambah mungkin fisik terlebih dahulu,” ucapnya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here