Sepuluh WN Nigeria Diamankan

TANGERANG, (KB).- Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Tangerang kembali mengamankan sepuluh warga negara asing (WNA) asal Nigeria yang tinggal di wilayah Tangerang.

Penangkapan 10 WNA tanpa identitas jelas tersebut, dilakukan di dua tempat berbeda, yakni Perumahan Lippo Karawaci dan Palem Ganda Asri Karang Tengah, pada Selasa (11/2/2020) lalu berdasarkan informasi dari masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Banten Imam Sayudi mengatakan, sebelumnya ada sebanyak 14 WNA yang diamankan Imigrasi Tangerang.

“Di mana sebanyak 4 WNA asal Nigeria kami lepaskan setelah bisa membuktikan dokumen kartu izin tinggal terbatas (Kitas), sementara 10 lagi diamankan, karena tidak memiliki dokumen perjalanan yang jelas,” katanya di Kantor Imigrasi Klas I Non-TPI Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Sukasari, Kota Tangerang, Senin (24/2/2020).

Ia menjelaskan, ada peralihan dan pergeseran tempat tinggal saat ini, sebelumnya kebanyakan WNA tinggal di apartemen. Namun, saat ini mereka tinggal di perumahan penduduk.

“Mungkin faktor sering dirazia apartemen, jadi mereka beralih ke perumahan, 10 WNA itu ngontrak dengan perjanjian satu tahun lamanya dan itu dalam satu kontrakan bersama-sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, bahwa saat diamankan keseluruhan WNA tersebut, sedang beraktivitas seperti biasanya, seperti memainkan handphone, laptop atau sedang menonton televisi.

“Yang jelas aktivitas mereka di rumahnya dalam rangka berkomunikasi, belum diketahui apakah ini jaringan cyber crime atau tidak masih kami tindak lanjut. Tingkat kesulitan kami, adalah mereka bungkam dan memang masih terkendala dalam bahasa,” ucapnya.

Ia menambahkan, belum diketahui pasti seluruh WNA tersebut, berprofesi sebagai apa dikarenakan kendala bahasa dan WNA tidak bisa diajak bekerja sama.

“Belum kami dalami mereka profesinya apa, karena masih bungkam. Setelah ini tim inteldak akan melakukan pendalaman profesinya apa dan untuk pendalaman lebih lanjut seluruh alat komunikasi mereka kami amankan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Klas I Non-TPI Tangerang Felucia Sengky Ratna menambahkan, sepanjang 2019 lalu, WNA asal Nigeria yang dideportasi teratat sebanyak 565 orang, WN Cina 96 orang, dan WN Korea Selatan sebanyak 15 orang.

Mayoritas di antara mereka, kata dia, melanggar Undang-undang Keimigrasian Republik Indonesia, yaitu izin tinggalnya sudah overstay.

Lebih jauh, dia mengatakan, tingginya angka pelanggaran keimigrasian di Tangerang, pihaknya berharap, peran serta masyatakat untuk melaporkan keberadaan WNA yang mencurigakan. Karena, prinsip NKRI terhadap orang asing adalah selective policy.

“Artinya orang asing yang boleh tinggal dan berkegiatan di Indonesia, ialah orang asing yang memberikan kesejahteraan bagi bangsa dan negara Indonesia (prosperity approach) dan tidak mengancam keamanan dan kedaulatan NKRI (security approach),” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here