Sepuluh Inovasi Tingkatkan Layanan Haji 2020

Dr. H. Machdum Bachtiar, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten.*

Kementerian Agama (Kemenag) setiap tahun terus meningkatkan pelayanan haji. Untuk tahun 2020, Kemenag telah membuat 10 inovasi layanan haji. Tujuannya memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi jemaah haji.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Banten H. Machdum Bachtiar mengatakan, 10 inovasi layanan haji terus disosialisasikan dalam berbagai kesempatan.

“Jemaah haji harus mengetahui inovasi haji yang akan diterapkan pada musim haji 2020,” kata Machdum, Senin (13/1/2020).

Ia memaparkan sepuluh inovasi baru pelayanan, yaitu pertama, Kloter Berbasis Wilayah. Layanan ini berupa penyusunan pramanifes kloter dilakukan sedini mungkin untuk mengefektifkan bimbingan manasik di kecamatan, karena regu dan rombongan akan berbasis wilayah.

Kedua, Respon Darurat. Layanan ini dengan penyiapan respon darurat di Armuzna sebagai bagian dari prosedur Pusat Krisis dengan melibatkan muassasah.

“Termasuk di dalamnya SOP manajemen mitigasi saat ada bencana,” kata Machdum.

Ketiga, kata dia, yakni Pelayanan Terpadu dan Sistem Pelaporan. Layanan ini yaitu dengan mengefektifkan Pelayanan Terpadu di tingkat Daker, terutama Daker Mekkah dan Madinah.

“Penyempurnaan sistem pelaporan berbasis aplikasi mobile untuk laporan kloter dan pelayanan petugas yang terintegrasi dengan Siskohat,” ucapnya.

Keempat, inovasi layanan haji yakni Konsumsi Full Covered. Layanan ini berupa penambahan konsumsi pada masa peak season (3 hari sebelum dan 2 hari setelah Armuzna) dengan model makanan siap saji.

Kelima, kata Machdum, yakni Manasik Sepanjang Tahun. Layanan ini dengan pelaksanaan program inisiasi manasik sepanjang tahun bagi jemaah untuk menambah pengetahuan manasik haji manasik jemaah lansia, uzur dan sakit.

Inovasi layanan haji yang keenam, ujar Machdum, Efisiensi Proses Visa. Yaitu dengan efisiensi proses visa dengan verifikasi dan visa request dilakukan di Kanwil.

“Jadi paspor tidak perlu dikirim ke Pusat, cukup di Kanwil Kemenag,” ucapnya.

Sedangkan inovasi layanan haji yang ketujuh, Penomoran Maktab. Yaitu dengan memberikan nomor pada maktab di Armuzna disesuaikan dengan Nomor maktab di Mekkah yang berbasis zonasi.

“Kedelapan, Penyusunan Regulasi, dengan melakukan percepatan penyusunan regulasi teknis karena terbitnya UU No. 8 Tahun 2019, tentang PIHU,” ujarnya.

Machdum mengatakan, inovasi layanan haji yang kesembilan, Non-Teller dan Non-tunai. Layanan ini dengan mengefektifkan pembayaran non-teller untuk pelunasan haji dan penyediaan living cost tidak lagi diberikan dalam bentuk tunai.

“Diberikan dalam bentuk kartu debit sekaligus menjadi kartu identitas jemaah dan sarana transaksi,” tuturnya.

Kesepuluh, Perbaikan Proses Badal dan Safari Wukuf. Menurut Machdum, inovasi layanan haji dengan cara penyusunan prosedur dan regulasi bersama antara Kemenag dan Kemenkes.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here