Sepekan OP Beras, Harga Beras di Pasar Tradisional Kota Cilegon tak Kunjung Turun

CILEGON, (KB).- Menurunkan harga beras jenis medium di pasar-pasar tradisional Kota Cilegon, tampaknya bukan hal mudah. Terbukti setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon bersama Perusahaan Umum (Perum) Bulog Subdivre Serang-Cilegon melaksanakan operasi beras (OP) selama sepekan, harga beras tak kunjung turun.

Seperti diketahui, Disperindag Kota Cilegon bersama Perum Bulog Subdivre Serang-Cilegon melaksanakan OP selama sepekan, sejak Senin (10/12/2018). Tetapi, harga eceran tertinggi (HET) beras medium di pasar-pasar tradisional Kota Cilegon masih di kisaran Rp 10.000. Harga tersebut tertinggi se-Banten, HET beras medium sendiri ditetapkan di angka Rp 9.450.

Kepala Disperindag Kota Cilegon, Tubagus Dikrie Maulawardhana mengatakan, belum turunnya HET beras medium di Kota Cilegon, karena OP beras belum maksimal. “Beras bulog yang dikirimkan ke Kota Cilegon belum dalam skala besar. Makanya, harga beras medium belum turun sesuai keinginan,” katanya saat dihubungi, Jumat (14/12/2018).

Menurut dia, saat ini beras Bulog baru didistribusikan secara langsung kepada sejumlah pedagang beras. Padahal, rencananya Bulog akan menyimpan beras dengan skala besar di gudang yang disiapkan Disperindag Kota Cilegon. “Persoalannya, kami belum menyiapkan gudang itu. Jadi sekarang ini, beras Bulog baru didistribusikan kepada sejumlah pedagang beras,” ujarnya.

Terkait gudang beras, pihaknya mengalami kesulitan untuk mencari lokasi. Namun, Jumat (14/12/2018), lokasi gudang beras baru saja ditentukan. “Tadi kami baru menentukan lokasi gudangnya. Gudang itu akan ada di setiap pasar nanti, sekaligus akan menjadi kios berasnya Bulog,” ucapnya.

Ia meyakini, jika gudang sekaligus kios Bulog beroperasi, maka harga beras medium akan turun hingga HET. “Kalau OP beras sudah maksimal, saya yakin harga cepat turun,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha UPTD Pasar Baru Cilegon, Aceng Syarifudin menuturkan, jika harga beras medium di pasar tersebut, Rp 10.500. Ia mengatakan, harga tersebut, masih tertinggi se-Banten. “Di sini memang harga beras mediumnya tertinggi se-Banten. Padahal, OP beras sudah dilaksanakan, tapi harganya belum turun,” katanya.

Ia menuturkan, akan mengingatkan para pedagang beras untuk segera menurunkan harga beras medium. “Nanti kami ingatkan lagi para pedagang beras,” ujarnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here