Sepekan Jelang Lebaran, Kerumunan tak Terkendali Ditengah Pandemi Covid-19

Suasana di Pasar Induk Rau Kota Serang, Ahad (17/5/2020).*

SERANG, (KB).- Sepekan jelang Hari Raya Idulfitri 1441 H, keramaian di beberapa daerah di Banten mulai tak terkendali ditengah pandemi Covid-19. Selain para pedagang yang mencari peruntungan jelang lebaran, warga juga tumpah ruah memadati pusat perdagangan dan pasar tradisional untuk mendapatkan kebutuhan.

Berdasarkan pantauan, kerumunan manusia terjadi di Pasar Royal, Kota Serang, Sabtu (16/5/2020) malam. Salah satu kawasan pusat perdagangan tersebut, dari tahun ke tahun menjadi wilayah yang padat jelang lebaran.

Di tengah pandemi Covid-19, pertemuan antara pedagang dengan pembeli tak terhindarkan. Warga bahkan berdesakan di tengah para pedagang yang menjajakan barang-barang kebutuhan yang biasa dicari warga saat lebaran.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang Kusna Ramdani mengatakan, pihaknya tidak bisa membubarkan pedagang. Sebab, Kota Serang belum menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga yang bisa dilakukan hanya memberikan imbauan dan patroli.

“Untuk membubarkan, kami tidak punya kewenangan. Kalau ramai begini memang karena masyarakatnya yang kurang peduli. Mereka memaksakan keluar rumah dan ingin berbelanja untuk kebutuhan, baik pakaian atau lainnya untuk Idulfitri,” ujarnya.

Untuk saat ini, kata dia, Satpol PP hanya sebatas memberikan imbauan agar masyarakat tetap menjalani protokol kesehatan dan tetap menjaga jarak.

“Hanya itu saja yang bisa kami lakukan. Kecuali kalau ada pedagang yang memang melanggar, memakan badan jalan, itu baru kami lakukan penertiban,” ucapnya.

Berdasarkan surat imbauan yang dikeluarkan oleh Pemkot Serang dari Wali Kota, Pasar Royal hanya dilarang untuk menerima pedagang baru atau pedagang musiman.

“Jadi khusus pedagang yang sudah didata, itu semua pedagang lama. Kalau pedagang baru tidak boleh,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya kesulitan melakukan penertiban. Sebab, pedagang dan masyarakat sama-sama membutuhkan.

“Jadi perekonomian itu harus tetap berjalan, jangan sampai stuck. Karena pedagang pun warga Kota Serang juga,” katanya.

Kemudian, Pasar Royal termasuk salah satu pasar yang dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya Kota Serang.

“Karena memang setiap jelang lebaran, memasuki puasa, Royal ini selalu ramai dengan pembeli dan pengunjung. Insya Allah kami akan melakukan patroli setiap malam, agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Seorang pedagang, Samsul Arifin mengatakan, omzet berjualan tahun ini turun hingga tujuh puluh persen.

“Iya segitu, karena sepi juga. Biasanya kalau lebaran gini sudah banyak yang beli. Saya berjualan tidak hanya di sini, tapi di beberapa pasar lainnya,” ucapnya.

Pengunjung mal menumpuk

Begitu juga di Kota Cilegon, keramaian pun terjadi di Citimall. Ratusan pengunjung menumpuk di Matahari Department Store, Ahad (17/5/2020).

Tampak puluhan calon pembeli terlebih dahulu antre untuk diperiksa suhu badan oleh petugas keamanan sebelum masuk ke Matahari. Padahal, terpampang papan pengumuman jika jumlah maksimal pengunjung Matahari Department Store adalah 250 orang.

Sementara di sudut-sudut mal, tampak para pengunjung duduk-duduk di lantai. Mereka pun terlihat berkumpul tanpa jaga jarak antara satu dengan lainnya.

Seorang pengunjung Citimall, Anggun Sari mengatakan, dirinya sedang belanja untuk kebutuhan lebaran. Ia terpaksa datang untuk menuruti kemauan anaknya.

”Anak saya rewel nih, minta dibelikan baju,” ucapnya.

Anggun sebetulnya risih untuk datang ke mal, terlebih jumlah pengunjung cukup banyak. Namun, ia memaksakan diri dengan alasan untuk memenuhi permintaan anak.

”Saya memang agak risih. Tapi mau gimana, anak pengen baju baru,” tuturnya.

Sementara itu, Store Manager pada Matahari Department Store Citimall Cilegon Leo Agung enggan memberikan komentar. Katanya tidak diperkenankan untuk memberikan keterangan dari manajemen pusat.

”Maaf, kalau ingin meminta keterangan, hubungi saja pihak pusat,” katanya.

Pada bagian lain, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengimbau pihak manajemen mal untuk mengikuti protokol Covid-19. Pihaknya pun berharap agar warga tidak pergi ke mal selama wabah melanda.

”Warga kami imbau untuk tidak ke mal dulu, kalau tidak terlalu penting.Begitu pula kepada pihak mal, tolong protokol covid diterapkan,” ujarnya.

Kondisi hampir serupa juga terjadi di pusat perbelanjaan Pasar Pandeglang, Ahad (17/5/2020). Warga berbondong-bondong datang ke pasar untuk membeli kebutuhan menu berbuka puasa sekaligus mencari baju lebaran. Selain di pasar, kerumunan juga terjadi di pertokoan dan swalayan di Pandeglang.

Seorang pengunjung pasar, Risma Fatmawati mengatakan, kepadatan pengunjung di pasar dan tempat-tempat swalayan sudah lumrah. Biasanya yang dicari itu hanya makanan untuk menu berbuka puasa dan sekaligus mencari baju lebaran.

Meski demikian, kebanyakan orang yang datang ke Pasar Pandeglang tidak memakai masker. Sepertinya mereka sudah tidak khawatir lagi dengan bahaya penyebaran virus corona.

”Mau bagaimana lagi, ini kan sudah hampir mau lebaran. Kami kan sebagai ibu-ibu yang hobi berbelanja tidak bisa menahan diri untuk mengikuti anjuran pemerintah. Disebut takut corona ya kami juga takut, tapi kan hari raya sebentar lagi. Rasanya sudah lumrah juga kalau mau lebaran warga tumpah di pasar,” kata Risma Fatmawati saat ditemui di Pasar Badak Pandeglang, Ahad (17/5/2020).

Menurut dia, diabaikannya imbauan pemerintah tersebut karena masyarakat terdesak kebutuhan menjelang lebaran. Meskipun ada larangan untuk berdiam di rumah, namun saat ini aktivitas masyarakat untuk menjauhi kerumunan sulit dikendaikan.

”Ya gimana, imbauan pemerintah tidak akan bisa menutupi kebutuhan seluruh warga. Buktinya dilarang untuk berkerumun, tetap aja kebiasaan ke pasar ya ke pasar aja. Terus yang kuli ya kuli aja. Ya, saya juga ke pasar untuk membeli baju lebaran anak,” ujarnya.

Hal hampir senada dikatakan pengunjung pasar lainnya, Entin. Ia mengaku pergi ke pasar untuk berbelanja bukan untuk berkerumun. Namun demikian, soal terjadi kerumunan banyak orang hal itu wajar namanya juga di pasar.

”Setiap orang yang ke pasar itu kan belanja, mau beli barang. Tetap saja yang namanya pasar kan tempatnya banyak orang. Jadi kalau sepi namanya kuburan. Saya kira wajar karena masyarakat banyak yang berbelanja makanan untuk berbuka dan sahur, ada juga yang sedang membeli baju untuk lebaran,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pandeglang Dadi Rajadi sering memantau situasi Ramadan di pusat perbelanjaan. Tampaknya mulai saat ini pengunjung pasar mulai membeludak. Meski demikian, Dadi berharap masyarakat agar mengenakan masker saat memasuki pasar dan juga berupaya untuk menghindari kerumunan.

“Saya harap pemerintah menugaskan aparat Satpol PP untuk menertibkan kerumunan berskala besar,” ujarnya.

Di Lebak, pengunjung juga mulai membanjiri Pasar Tradisional Rangkasbitung. Mereka datang untuk belanja kebutuhan pangan terutama sembako.

”Benar, hari ini Ahad (17/5/2020), pedagang kewalahan melayani para konsumen yang membanjiri Pasar Rangkasbitung,” kata Agus (45) pedagang sembako di pasar setempat.

Dia mengatakan, sepekan menjelang lebaran ini kunjungan konsumen cukup tinggi. Mereka yang datang jauh dari perdesaan di beberapa kecamatan yang ada di Lebak, yang sengaja datang ke pasar untuk membeli dan memenuhi berbagai kebutuhan pokok terutama sembako yang akan digunakan lebaran nanti.

Meski demikian, kata Agus, pengunjung pasar tidak khawatir dengan kondisi di tengah pandemi Covid-19, karena di daerah ini belum ada laporan adanya warga terjangkit virus corona.

”Ya karena Lebak termasuk zona hijau, jadi warganya meskipun berkunjung ke pasar dalam kondisi padat tidak merasa waswas atau khawatir terjangkit virus corona,” ucapnya.

Pasar Ciruas ramai

Di Kabupaten Serang, kerumunan terjadi di Pasar Ciruas. Rata-rata pengunjung yang datang tersebut mendatangi toko-toko pakaian.

Pantauan Kabar Banten, warga terlihat memadati area Pasar Ciruas. Tampak pengunjung yang berdesakan saat akan memasuki area pasar, terutama mengunjungi toko pakaian. Kemacetan pun tak terhindarkan oleh tumpukan kendaraan yang juga semakin bertambah setiap harinya.

“Udah dua minggu ini memang sudah padat. Pokoknya pas udah cair THR (Tunjangan Hari Raya) itu udah mulai ramai pasarnya,” kata seorang pedagang di sekitar Pasar Ciruas Imam, Ahad (17/5/2020).

Dia menuturkan, hingga saat ini jumlah pengunjung pasar pun terus bertambah. Kebanyakan mereka mencari atau membeli pakaian untuk kebutuhan saat Hari Raya Idulfitri. Terutama untuk kebutuhan selama lebaran tahun ini.

“Hampir semua yang saya lihat sih banyak yang datang ke toko baju, mal kan tutup jadi banyak yang nyari di pasar,” katanya.

Sementara, pantauan di Pasar Lama Anyer, Kecamatan Anyer, Ahad (17/5/2020), tampak terlihat ramai oleh pengujung, sejumlah toko pakaian juga terlihat banyak dikunjungi calon pembeli. Meski tingkat keramaiannya tidak seperti saat akan Hari Raya Idulfitri tahun-tahun sebelumnya, namun kondisi di pasar lama tersebut terlihat normal.

Nekat mudik

Sementara itu, larangan mudik yang diterapkan pemerintah belum sepenuhnya ditaati warga. Pantauan di sejumlah titik cek poin masih banyak warga yang nekat mudik. Akhirnya merekapun diminta putar balik oleh kepolisian.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol. Wibowo mengatakan, pihaknya terus melakukan Operasi Ketupat Kalimaya di sejumlah titik Provinsi Banten. Operasi ini guna memastikan warga tidak mudik di tengah pandemi Covid-19. Adapun penyekatan pemudik dilakukan di 15 titik sepanjang jalur arteri.

“Untuk jumlah kendaraan mudik yang diputar balik meningkat 51 persen tercatat sebanyak 267 unit yang meliputi kendaraan pribadi 142 unit, kendaraan umum 34 unit dan sepeda motor 91 unit,” katanya.

Selama operasi ketupat ini tercatat dua kali terjadi kecelakaan. Korban yang meninggal dunia dan luka berat nihil, kemudian luka ringan 2 orang.

“Pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna lalu lintas menurun sampai 80 persen tercatat 55 kali, bagi pelanggar kami berikan teguran, tanpa ditilang,” ujarnya.

Sedangkan untuk kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan terjadi sebanyak 11 kali melakukan kegiatan preventif dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Serta sebanyak 19 kali kegiatan melakukan pemasangan spanduk/baliho imbauan tertib lalu lintas.

“Selain giat preventif, upaya ini pun mengalami peningkatan tercatat sebanyak 290 kali kegiatan pengaturan, 187 kali giat penjagaan, 19 kali giat pengawalan dan 151 kali melaksanakan giat patroli,” tuturnya.

Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol. Heri Sulistya Budi Santosa mengatakan, personel Ditpolairud Polda Banten terus berjaga di area penyeberangan Pelabuhan Merak guna mencegah masyarakat yang ingin mudik.

“Kami melaksanakan kegiatan penebalan personel bantuan Satgasres Cilegon di pintu masuk guna penyekatan kendaraan pemudik yang mencoba masuk ke Pelabuhan Penyebrangan PT ASDP Merak,” ucapnya.

Personel Ditpolairud Polda Banten juga melaksanakan patroli di sekitaran pelabuhan.

“Kami juga melaksanakan patroli di areal pelabuhan guna mengantisipasi adanya moring (ojek laut) yang menurunkan penumpang di dalam pelabuhan, dan jika ditemukan, kami perintahkan untuk meninggalkan pelabuhan,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi mengimbau masyarakat tidak melakukan mudik. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Terkait pandemi virus corona ini, saya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan mudik dulu. Mari kita sama-sama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini,” tuturnya. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here