Sepasang Calon Pengantin Batal Resepsi Gegara Corona

SEPASANG calon pengantin asal Komplek Kramat Permai, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang terpaksa menunda resepsi pernikahan yang rencananya digelar pekan ini. Keputusan itu diambil mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mengadakan perkumpulan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Panitia acara Endang Sopyan menjelaskan, pihaknya terpaksa membatalkan acara resepsi pernikahan pasangan Gema Abriantini dan Afnizar Hilmi Nur Gifan. Rencananya, kata dia, resepsi digelar di salah satu kampus, namun tidak diizinkan Kapolsek Kramatwatu. Selain itu, sesuai instruksi kepolisian masyarakat diminta tidak mengadakan perkumpulan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Kami terpaksa membatalkan acara resepsi pernikahan. Tapi nanti hanya melaksanakan akad nikahnya saja. Itupun dibatasi tamunya,” kata Endang kepada wartawan, Rabu (25/3/2020).

Sesuai dengan arahan Kapolsek, akad nikah bisa tetap dilaksanakan. Namun, tamu dibatasi hanya 10 orang. Hal tersebut sesuai dengan edaran dari Kantor Urusan Agama (KUA) maupun Kementerian Agama (Kemenag). Dalam melangsungkan akad nikah, mereka juga telah menyiapkan alat pelindung diri (APD) untuk pencegahannya.

“Sesuai dengan edaran KUA dan Kemenag, saat proses akad nikah kami menyediakan APD mulai dari alat pengukur suhu, masker dan mencetak banner yang akan dipasang di depan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan pemerintah. Para tamu undangan yang datang saat akad akan diperiksa suhu tubuhnya. Kemudian juga pihaknya menyediakan hand sanitizer atau pencuci tangan untuk para tamu.

“Sebetulnya kami mengikuti aturan yang ada di pemerintah saja, sesuai dengan SOP pemerintah kami melakukan ini, kami lakukan. Menyesuaikan saja,” ujarnya.

Menurut dia, imbauan untuk tidak melaksanakan acara resepsi pernikahan agak terlambat. Ia mengatakan, persiapan acara pernikahan sudah dilakukan jauh-jauh hari, seperti sewa gedung, menyebar undangan maupun memesan makanan. Meski begitu, pihaknya memahami kondisi yang terjadi saat ini.

“Edarannya diterima 23 Maret 2020. Padahal undangan sudah, katering sudah siap dan gedung sudah dipesan. Tapi kami menyadari seperti ini, jadi kalau berbicara kerugian pasti ada. Tapi kami mengikuti anjurannya pemerintah maka akan reschedule ulang resepsinya sampai kondisinya aman,” tuturnya. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here