Sepanjang 2020, 912 Penduduk Kota Serang Miliki NIK Ganda

SERANG, (KB).- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang mencatat hingga Februari 2020, sebanyak 912 penduduk Kota Serang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) ganda. Tentu saja hal tersebut cukup merepotkan saat pendataan detail penduduk Ibu Kota Banten.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kota Serang Apay Supardi mengatakan, dari 912 penduduk tersebut, paling banyak berada di Kecamatan Serang dengan jumlah sekitar 333 orang.

“Hampir di semua kecamatan ada warga yang memiliki NIK ganda dan itu harus segera dimusnahkan, karena merepotkan untuk detail pendataan kami,” katanya, Sabtu (7/3/2020).

Ia menjelaskan, banyaknya warga yang memiliki NIK ganda cukup merepotkan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Hal tersebut, akan menyangkut pada profil kependudukan, hingga program-program yang dicanangkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang. Sebab, mulai dari penghitungan jumlah penduduk sampai pemberian bantuan melalui data kependudukan di Dukcapil.

“Tentu itu akan membantu pembangunan Kota Serang, misalnya kami akan memberikan bantuan kepada masyarakat. Tapi, ternyata mereka memiliki NIK dua, pertama di Kecamatan Pandeglang dan kedua di Kota Serang, maka dari Serang harus dihapuskan atau salah satunya harus dihapuskan,” ujarnya.

Pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk melakukan pengecekan pendataan ulang terhadap warganya yang memiliki NIK ganda. Apabila benar masih ada yang ganda, maka salah satu NIK akan dihapuskan.

“Jadi, sebenarnya akan ketahuan data aktif atau tidaknya, sesuai dengan keberadaan penduduk saat ini, setelah itu baru nanti kami proses,” ucapnya.

Ia menuturkan, untuk target pengecekan tersebut, diharapkan rampung pada Maret 2020. Hal tersebut, karena pihaknya akan segera membuat profil kependudukan Kota Serang.

“Mudah-mudahan dengan pengecekan ini, tidak ada lagi data yang ganda. Kami juga ingin cepat selesai, jadi datanya bersih dan tidak ada yang terbuang,” tuturnya.

Kepala Seksi (Seksi) Informasi Disdukcapil Kota Serang Wulan menuturkan, adanya NIK ganda disebabkan oleh peristiwa penting yang mengakibatkan penduduk segera mengubah statusnya. Namun, dalam NIK ganda tersebut, hanya NIK perekaman pertama kalinya yang terdata dan salah satunya tidak aktif.

“Misal saya sebelumnya tinggal di Pandeglang, punya kartu keluarga (KK) Pandeglang, terus perekaman di sana. Kemudian, saya pindah ke Serang punya KK dan perekaman lagi dan ternyata teridentifikasi perekaman dua kali, maka yang valid itu perekaman pertama kali dan keduanya diajukan penghapusan,” katanya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here