Sepanjang 2017, Sebanyak 12 ASN Indisipliner

SERANG, (KB).- Sebsnysk 12 aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan pelanggaran kedisiplinan (indisipliner) sepanjang 2017 ini. Berbagai sanksi juga telah diberikan sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Kepala Bagian Pengembangan Karier pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang, Surtaman mengatakan, dari hasil pemantauannya selama 2017 ini, tingkat pelanggaran kedisiplinan mengalami penurunan.

Hal tersebut dikarenakan pihaknya selalu melakukan monitoring dan juga memberikan punishment (hukuman) kepada mereka yang melanggar. “Tingkat kedisiplinannya jadi meningkat,” katanya kepada Kabar Banten di ruang kerja, Jumat (8/12/2017). Untuk jumlah pelanggar kedisiplinan pada 2017, pihaknya mencatat, ada 12 ASN dengan berbagai pelanggaran kedisiplinan, di antaranya tidak masuk kerja tanpa alasan, melakukan poligami hingga melakukan penggelapan anggaran.

Ia menuturkan, untuk 12 ASN tersebut telah dikenakan sanksi sesuai dengan kesalahannya masing-masing. Lima orang di antaranya, bahkan sudah dijatuhkan sanksi berat berupa pemberhentian, satu sanksi sedang berupa turun pangkat setahun, dua sanksi ringan, dan empat ASN masih dalam proses. “Kalau dinasnya itu ada yang dari guru SD, sekretaris desa, dan kecamatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Shahiri menuturkan, laporan ASN indisipliner tersebut diperoleh dari masing-masing pimpinan instansi. Setelah itu diproses dan dilanjutkan lebih dalam oleh inspektorat. “Jika ada hal lain di luar pelanggaran kehadiran,” ujarnya. Ia mengatakan, pelanggaran terkait kehadiran hanya diberikan sanksi ringan saja.

Sanksi bisa saja berat, jika ASN tidak masuk tanpa alasan hingga 46 hari berturut-turut. “Disesuaikan dengan harinya, kalau dia tidak hadir karena sakit atau izin tidak diberikan sanksi,” tuturnya. Untuk ke depan, pihaknya menuturkan, sudah menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Penilaian Kerja (SIPKerja) berbasis daring yang akan diberlakukan pada 2018. Aplikasi tersebut, juga akan terintregasi dengan fingerprint untuk memantau kehadiran ASN. “Nanti, kami akan langsung memantau seluruh kinerja ASN melalui aplikasi ini,” katanya. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here