Sepakati Dewan terkait Serapan Rendah OPD, Syafrudin Siapkan ”Punishment”

Syafrudin, Wali Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin sepakati anggota DPRD Kota Serang yang memberikan punishment terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Serang, yang memiliki serapan anggaran masih rendah.

Hal tersebut menanggapi pernyataan anggota Badan Anggaran DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Akhmad, yang akan memberikan rapor merah bagi OPD yang serapannya rendah.

“Dikasih rapor merah kalau umpamanya OPD sampai Desember tidak mampu menyerap APBD yang diberikan. Jangankan dewan, wali kota juga harus seperti itu,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Ia menuturkan, jika sampai akhir tahun serapan anggaran OPD masih rendah. Maka, punishment yang akan diberikan berupa pergeseran posisi (rotasi) kepala OPD tersebut.

“Punishment-nya pasti akan kami rolling, kalau diturunkan dari jabatan harus sesuai aturan melalui mekanisme,” ujarnya.

Saat ini, ucap dia, secara umum serapan anggaran pada APBD Murni 2019 sudah mencapai 60 persen. Namun, dia tidak menampik jika sampai saat ini masih ada OPD yang serapannya di bawah 50 persen.

“Ada juga yang memang (di bawah 50 persen). Sampai akhir tahun ditarget minimal 90 persen,” tuturnya.

Baca Juga : Serapan OPD di Bawah 50 Persen, Dewan Beri Rapor Merah

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menyebut rapor merah pantas diberikan terhadap OPD yang serapan anggarannya masih rendah hingga menjelang pengujung 2019 ini.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Akhmad mengatakan, jika hingga saat ini serapan OPD masih di bawah 50 persen. Maka, pantas diberikan rapor merah. Hal tersebut, karena OPD dinilai gagal dan menghambat pembangunan Kota Serang.

“Jadi, saya kira bagi OPD yang serapannya di bawah 50 persen itu rapor merah, karena bagaimana mau masyarakat merasakan pembangunan, realisasi serapannya sendiri tidak sesuai target yang dicapai,” katanya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here