Seorang Pemuda Tewas, Remaja Perempuan Komandoi Tawuran

TANGERANG, (KB).- Tawuran antar kelompok pemuda asal Kotabumi dengan Cadas pecah di Kampung Teriti, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang hanya gara-gara media sosial. Akibatnya, seorang pemuda Cadas berinisial AR (16) tewas karena mengalami luka bacok senjata tajam di sekujur tubuhnya.

Ironisnya tawuran antara dua kelompok pemuda ini ternyata dikomandoi seorang perempuan. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, peristiwa tawuran yang terjadi pada Ahad (9/6/2019) dinihari dan menewaskan seorang pemuda.

Argo menjelaskan, perempuan yang statusnya masih dalam pencarian (DPO) itu berperan sebagai koordinator di media sosial. “Herannya perempuan bisa koordinir suatu tawuran,” kata Argo dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota.

Argo mengatakan, perempuan yang masih muda dan tidak lulus sekolah itu merekrut 20 orang yang rata-rata masih berstatus pelajar SMA asal Kotabumi sebelum peristiwa tawuran pecah. Perempuan itu juga saling berinteraksi dengan koordinator kelompok pemuda Cadas yakni pria berinisial R untuk menyepakati lokasi titik tawuran.

Namun ketika tawuran pecah, perempuan itu tidak turut dalam bentrokan yang terjadi di depan SD 2 Karet, Kampung Teriti pada Ahad (9/6/2019) dinihari. “Dari Kotabumi itu yang mengomandoi DE, ini cewek. Dia menggunakan media sosial untuk bisa dapatkan anggotanya,” ucapnya.

“Jadi dia perannya sebagai admin media sosial. Dia yang nantang. Dia yang nulis. Dan ngajak anggotanya,” ucap Argo, Selasa (11/6/2019).

Argo mengungkapkan, tawuran antar pemuda yang saling serang menggunakan beragam senjata tajam seperti celurit, golok sisir, stick baseball hingga batu dan kayu itu dipicu karena media sosial.

‚ÄĚKita sampaikan berkaitan kasus menghilangkan nyawa. Jadi peristiwanya berawal dari laporan masyarakat bahwa ditemukan seorang tergeletak yang ketika anggota hampiri sudah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Sebelum tawuran, kata Argo, kedua kelompok pemuda itu saling menantang lewat media sosial instagram dan janjian untuk melancarkan aksi tawuran ini di kawasan yang telah disepakati, yaitu di depan SD 2 Karet, Kampung Teriti.

“Setelah kita lakukan penangkapan kemudian kita interogasi bahwa ini dipicu karena hal sepele. Dari tantangan di media sosial itu ada kelompok dari Kotabumi dan Cadas untuk bertarung di suatu tempat,” kata Argo.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam, lima unit sepeda motor, dan batu sebagai bukti dalam tawuran antar pemuda tersebut. “Kemudian dari kelompok Cadas ini bawa sajam kita kenakan UU darurat. Dari Kotabumi kita kenakan UU Pasal 170 dan Pasal 338 karena mengakibatkan meninggal,” tuturnya.

Masih menurut Argo, pihaknya mengamankan 15 pemuda yang 7 di antaranya berasal dari Kotabumi dan 8 sisanya berasal dari Cadas. Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar agar peristiwa serupa tidak terulang di mana pun. Jika masyarakat atau orangtua melihat anak maupun keluarganya sedang merakit besi untuk dijadikan sebagai senjata tajam, jangan diam.

“Kepada masyarakat kita harus peduli terhadap lingkungan kita. Perantara sosial yang ada kalau melihat anak-anak itu sedang memanasi besi, mukul besi, mau dibuat senjata, tolong ditanya. Jangan dibiarkan saja. Jangan sampai kegiatan itu akan merugikan orang lain,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here