Selasa, 11 Desember 2018
Aparat kepolisian sedang memeriksa lokasi kejadian kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak tirinya, di Cimapag, Desa Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Senin (12/11/2018) pukul 02.00 WIB.*

Seorang Ibu Tewas Dibantai Anak Tiri

PANDEGLANG, (KB).- Seorang ibu rumah tangga, Saprah (28), warga Kampung Cimapag, Desa Karyabuana Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang tewas dibantai oleh anak tirinya, Sikani alias Ucuk, Senin (12/11/2018) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Ucuk sadis menghabisi nyawa ibu tirinya dengan sebilah golok.

Menurut informasi, tersangka nekad membunuh korban dengan cara membabi buta. Akibatnya korban roboh bersimbah darah karena terkena sabetan golok di bagian leher, pipi kiri, sikut kiri, tangan kiri, pundak (kiri-kanan) dan bagian belakang kepala korban.

Dini hari kejadian tersebut, tersangka mendatangi rumah korban dan langsung mengajak ayah kandungnya, Asria, untuk keluar rumah. Tersangka meminta ayah kandungnya untuk menulis sebuah surat. Namun diluar dugaan sang ayah, tersangka Sukani alias Ucuk langsung berlari ke rumah korban untuk mengambil sebilah golok. Semula korban sempat berlari meminta tolong warga, karena melihat tersangka memegang golok. Namun, tersangka mengejar korban dan langsung menyerang korban secara membabi buta mengunakan golok.

Seorang warga, Mulyadi Soleh, menduga tersangka ada kelainan mental. Namun demikian, dia tidak bisa memastikan motif pembunuhan yang dilakukan tersangka. “Itu mah yang ngebunuhnya kurang sehat mentalnya, punya penyakit ayan juga, kadang-kadang kumat. Itu juga lagi kumat kali. Setelah membunuh korban, tersangka berhasil ditangkap warga. Ya, habis membunuh ibu tirinya, tersangka dikepung warga dan diserahkan ke Polsek Cigeulis” kata Mulyadi.

Periksa kejiwaan

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono membenarkan adanya tindak pidana pembunuhan. Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, anggota akan memeriksa kejiwaan tersangka untuk menentukan langkah penyidikan selanjutnya.

“Iya betul tindak pidana pembunuhan dan atau penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia. Tersangka bisa dikenakan pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 Ayat 3 KUHP. Petugas sudah mengamankan barang bukti sebilah golok dan serangka, rambut korban, satu handpohe merek Aldo. Tersangka akan diperiksa kejiwaannya, karena diduga gangguan jiwa,” katanya.

Ia mengatakan, belum diketahui motif pembunuhan yang sebenarnya, karena harus memeriksa lebih dulu kejiwaan tersangka. Jenazah korban diautopsi di RSUD Serang dan tersangkanya ditahan di Polsek Cigeulis. “Motif pembunuhan belum diketahui, nanti kita akan lakukan pemeriksaan kejiwaan. Untuk tersangkanya sudah ditahan di Polsek Cigeulis,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*


Sekilas Info

Demo, Mahasiswa Menginap di DPUPR Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG, (KB).- Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pandeglang demo di depan Kantor Dinas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *