Seorang Bapak Tega Setubuhi Anak Kandung

PANDEGLANG, (KB).- MN (44) warga Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri sebanyak 2 kali, parahnya perbuatan bejat itu dilakukan tersangka MN di kediaman pribadinya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi bermula saat korban berinisial A (14) meminta jatah uang jajan pada tersangka yang tidak lain adalah ayah kandungnya. Awalnya korban yang duduk santai di ruang tengah rumah MN, kemudian korban ditarik tersangka ke dalam kamar.

Sesampainya di dalam kamar, tersangka langsung mendorong korban hingga terjatuh dengang posisi terlentang. Melihat kondisi tersebut, lantas tersangka membuka celana dalamnya dan korban, menerima perlakuan tersebut, korban melakukan perlawanan namun kalah oleh tenaga tersangka.

Menerima perlakuan tersebut, kemudian korban bercerita pada sang ibu dan melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib dan tersangka diamankan pihak kepolisian di kediamannya.

Kanit IV Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Erwin Heryadi mengatakan, korban sudah rutin datang ke rumah tersangka setiap satu Minggu sekali untuk meminta jatah uang jajan karena ayah dan ibu korban sudah bercerai sekitar 6 tahun lalu.

“Jadi korban ini biasanya datang minta uang jajan pada tersangka, perbuatan itu dilakukan sebanyak 2 kali di kediaman tersangka MN. Usai kejadian pertama, korban dikasih uang 80 ribu rupiah dan kejadian kedua 20 ribu. Uang itu memang jatah jajan untuk korban,” kata Erwin, Jumat (1/2/2019).

Erwin mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka sempat mengancam akan membunuh korban apabila korban menceritakan kejadian itu pada orang lain. “Awas kamu kalau sampai bilang ke siapa-siapa saya bunuh kamu,” ucap Erwin menirukan kata-kata tersangka MN.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Deddy Hermawan membenarkan perkara itu, saat ini kasus tersebut sudah masuk tahap I dan berkas perkaranya sudah diserahkan ke Kejari Pandeglang.

“Tersangka sudah kami tahan dan berkasnya sudah diserahkan ke Kejari. Tersangka diancam dengan pasal 70 D jo pasal 81 dan atau pasal 76 E jo pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,” katanya. (Ade Taufik)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here