Sensus Penduduk Segera Dimulai, Pemkab Serang Imbau Partisipasi Masyarakat

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) telah menyebarkan surat edaran berisi imbauan bupati terkait partisipasi masyarakat secara aktif hingga tingkat rukun tetangga (RT) dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020. Hal tersebut dilakukan, agar sensus penduduk 10 tahunan tersebut, berjalan secara optimal.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang menjadwalkan launching atau peluncuran sensus tersebut, dilakukan pada Kamis (23/1/2020), di Lapangan Tenis Indoor Pemkab Serang.

Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang Anas Dwisatya menuturkan, surat edaran bupati sudah disebarkan. Dalam surat tersebut, pertama mengimbau kepada kades dan camat untuk turut menyukseskan sensus penduduk.

“Diharapkan mereka dapat mendukung penuh pelaksanan (sensus penduduk) terutama launcing pada Kamis (23/1/2020) dan pelaksanaan sensusnya,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (12/1/2020).

Ia mengatakan, dengan partisipasi mereka, maka sensus akan dapat dilakukan secara optimal.

“Mudah-mudahan semua yang terlibat dari tingkat desa, RW (rukun warga), bahkan RT bisa berpartisipasi aktif, agar kami punya Satu Data Indonesia (SDI). Surat edaran sudah disampaikan langsung ke kecamatan untuk disebarkan ke desa,” ujarnya.

Ia menuturkan, dalam pelaksanaan sensus tersebut, Diskominfo hanya berperan membantu kelancaran. Sebab, Kominfo merupakan wali data kabupaten.

“Kalau data valid ke kami juga manfaatnya. Ke depan semua yang minta data ke Kominfo, OPD lain hanya sebagai produsen data. Itu sesuai Perpres,” ucapnya.

Ia mengatakan, ada dua metode sensus yang akan dilakukan tahun ini. Pertama, sensus dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online yang dilakukan pada Februari sampai Maret dan manual pada Juli sampai September.

“Kalau online mulai sasarannya dari anak sekolah, milenial, supaya bisa menyampaikan ke orangtuanya. Kalau untuk manual seperti biasa. Cuma diharapkan 20 persen penduduk Kabupaten Serang terdata online,” tuturnya.

Sensus tersebut, dilakukan untuk mengetahui jumlah dan potensi penduduk. Untuk kemudian menjadi bahan menentukan arah pembangunan.

“Kami mau tahu potensi penduduk, arah pembangunan kami seperti apa. Karena terjadi perubahan yang kemarin (jumlah penduduk) 1,5 juta bisa lebih sekarang. Yang menarik kami data awal dari dukcapil untuk sensus. BPS petugasnya, kami hanya mendukung, agar sensus lancar,” katanya.

Kabid Persandian dan Statistik Diskominfosatik Sinta Asfilian Harjani mengatakan, untuk sistem online akan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Link sensus akan dikirimkan langsung ke handphone masing-masing.

“Kan dari BPS sudah kerja sama dengan Kementerian Kominfo. Kan program pak Jokowi kami harus terdata ketika punya HP. Jadi, ketika masukan NIK tidak sesuai tidak bisa mengubah data keluarga orang lain. Itu akan dikirim personal. Untuk masuk pakai NIK,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here