Sensus Penduduk ‘Online’ di Kabupaten Serang Ditutup, Segini Warga yang Berpartisipasi

SERANG, (KB).- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang mencatat, hingga Sensus Penduduk (SP) dengan sistem dalam jaringan (Daring) atau online ditutup pada 29 Mei 2020, hanya 120.969 jiwa penduduk Kabupaten Serang yang berpartisipasi. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari target yang diharapkan.

Kepala BPS Kabupaten Serang Indra Warman menjelaskan, hingga ditutupnya SP online pada 29 Mei 2020, BPS mencatat partisipasi masyarakat Kabupaten Serang dalam pelaksanaan SP Online mencapai 120.969 penduduk dari 30.596 keluarga atau kurang lebih 7 persen dari perkiraan jumlah keluarga pada tahun 2020.

“Jumlah tersebut diakui masih belum memenuhi target yang diharapakan,” kata Indra kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Dia menjelaskan, sebelumnya BPS berharap SP online dapat mencapai angka partisipasi sebesar 20 persen.

“Tapi dengan kendala literasi masyarakat yang masih kurang dalam penggunaan IT dan masalah kendala jaringan intenet yang belum merata,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, progress yang rendah secara nasional juga disebabkan berkurangnya kesempatan mereka untuk menyosialisasikan dan menggiring masyarakat dalam SP online. Sebab sejak Februari pihaknya dihadapkan pada masalah dampak pendemi Covid-19 yang mengharuskan mengurangi aktivtas kumpul dan kontak langsung serta jaga jarak aman.

“Pelaksanaan SP online ASN (Aparatur Sipil Negara) Kabupaten Serang kan dimonitor oleh pak Sekda Kabupaten Serang, tapi ternyata tidak mendongkrak persentase capaian SP online Kabupaten Serang karena hampir 85 persen ASN Kabuapten Serang adalah penduduk Kota Serang. Ini juga salah satu tidak tercapainya target,” ujarnya.

Namun, dia menuturkan, pada September 2020 petugas BPS akan melakukan sensus secara tatap muka. Sehingga bagi penduduk yang belum tedata secara mandiri di SP online nanti di September 2020 akan ada pendataan penduduk oleh petugas. Rencananya secara nasional diperkirakan akan ada sebanyak 240.000 petugas yang akan melakukan sensus secara tatap muka.

“Tapi pusat juga sedang mengkalkulasi ulang karena anggaran pelaksanaan SP 2020 saat ini terbatas dengan adanya realokasi anggaran kementrian lembaga untuk penanganan covid,” ucapnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here