Seni Budaya Pencak Silat Sulit Dipertandingkan

SERANG, (KB).- Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Edhy Prabowo menyatakan, seni budaya pencak silat sulit untuk dipertandingkan di Pekan Olah raga Nasional (PON). Sebab, seni budaya pencak silat belum ada standardisasinya untuk dipertandingkan.

“Seni belum (dipertandingkan) kami berusaha agar ke depan bisa dipertandingkan, karena tidak mudah ada ukurannya, kami harus standardisasi,” ujar Edhy kepada Kabar Banten, kemarin.

PB IPSI, kata dia, tidak akan berdiam diri mengenai seni budaya pencak silat yang belum dipertandingkan di PON. Agar seni budaya pencak silat dipertandingkan dalam salah satu nomor, perlu dukungan sejumlah pihak. Ia yakin, suatu saat nanti seni budaya pencak silat akan dipertandingkan di PON, mengingat banyaknya antusias daerah dalam setiap kejuaraan nasional (kejurnas).

“Anda lihat 12 daerah saja (mengikuti Kejurnas Pencak Silat 2018 di Banten) yang ngirim pesertanya 800-an,” kata Edhy.

Ia mengatakan, seni budaya pencak silat perlu diperhatikan agar tidak hilang ditelan zaman. Para generasi penerus harus mencintai seni budaya pencak silat daerahnya, agar kebudayaan tersebut tetap terjaga.

“Apakah kita rela nanti enggak ada? (seni budaya pencak silat). Makanya perlu regenerasi kalau di Banten saya tidak ragu kami berharap seluruh Indonesia (melestarikan seni budaya pencak silat),” ucap Edhy.

Ia berharap suatu saat nanti seni budaya pencak silat dipertandingkan di PON. Apabila hal tersebut terealisasi, maka seni budaya pencak silat tersebut diyakini tidak akan punah. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata RI, tutur dia, juga harus membantu mengembangkan seni budaya pencak silat dari sisi bantuan anggaran.

“Negara harus turun tangan melalui Kementerian Pariwisata beri anggaran (untuk seni budaya pencak silat),” tutur Edhy.

Wakil Ketua IPSI Banten, Tating Lias Yuniawati mengatakan, kesulitan seni budaya menjadi salah satu nomor pencak silat yang dipertandingkan karena lebih ke tradisional bukan olah raga prestasi. Oleh karena itu, ia pesimistis seni budaya pencak silat dipertandingkan untuk PON.

“Jelas tidak mungkin karena tradisional, kalau PON kan prestasi cabang olah raganya. Di dunia penilaiannya sama (silat prestasi) kalau tradisional masing-masing perguron,” tutur Tating.

Di seni budaya pencak silat, Provinsi Banten berhasil sukses menorehkan prestasi. Melalui Kejurnas Festival Seni Budaya Pencak Silat 2018 di Museum Banten, Kota Serang, Rabu (14/11/2018) pesilat Banten sukses menjadi yang terbaik dengan menjadi juara umum. Event tersebut sendiri diikuti 12 provinsi di Indonesia. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here