Senandung Cinta Ramadan

Oleh: KH. Suhaemi Ibnu Syaba

Bak bidadari hadir menghampiri dengan wewangian surgawi. la datang bertandang dengan riang, membawa kabar yang sangat menggembirakan. la bercerita tentang pahala bagi para perindu Tuhan, mengenyahkan semua godaan lapar dan dahaga dipertahankan dan dipertaruhkan. Karena pahala yang Allah janjikan sangat didambakan.

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena keimanan dan mengharap rido Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni Allah”.

Demikian sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori, Muslim, dan Abu Daud.

Dan sabdanya pula, dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah SAW bersabda: Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.

Allah taala berfirman: Kecuali puasa, karena ia milikKU. Dan AKU yang membalasnya, karena ia (orang yang berpuasa meninggalkan syahwat) dan makanannya karena AKU. Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Robnya. Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah, daripada bau minyak misk. (Diriwayatkan Buhori dan Muslim).

Kewajiban puasa

Perintah puasa turun setelah dua tahun Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Dengan kata lain, bahwa puasa diwajibkan pada tahun ke-2 Hijriyah.

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Baqoroh Ayat: 183: “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa”.

Sesungguhnya Ramadan itu bulan ampunan dan bulan penuh kebaikan. Allah jadikan setiap jiwa menjadi suci dan bersih sehingga akan lebih mudah mendekati. Dan mengakrabi zat yang Maha Bersih Yang Maha Suci, yakni Allah Robbul lzzati.

Pintu surga dibuka lebar-lebar, pahala banyak terhampar. Pintu neraka tertutup, setan terbelenggu dan terkatup. Setan terlempar dan terdampar.

Dari Abu Masu’d Al Ghifari, bahwa saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya setiap hamba mengetahui apa yang ada dalam bulan Ramadan, maka umatku akan berharap seandainya setahun itu bulan Ramadan”. (diriwayatkan lbnu Khuzaimah dalam Shahihnya).

Cinta Ramadan

Setahun kita berpisah sewindu terasa sudah. Kini Ramadan kembali menghampiri dengan wajah berseri-seri. Hadirnya diimpikan, datangnya sangat diharapkan.

Dengan doa yang kita lantunkan: “Allahumma baarikanaa fi roiaba wa sa’bana wa ballighnaa Romadona” (Ya Allah berkahi kami pada bulan Rajab dan Bulan Sya’ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadan.

Kini kami kembali meraih kejayaan dengan penuh keridoan. Hari-hari dipenuhi dengan takwa dan makin menebalnya iman. Makanan banyak tersedia, minuman semuanya ada. Akan tetapi satupun tak ada yang kami santap di siang hari, karena kami sedang bermesra dengan Tuhan.

Segalanya terlupakan, lapar dan dahaga menjadi media yang menghantarkan kedudukan tertinggi di akhirat. Pintu-pintu surga sudah dibukakan Tuhan. Dari pintu mana saja kita masuk telah dipersiapkan. Subhanallah.

Rumah surga begitu menyegarkan, kembang dan bunga-bunga bermekaran. Aromanya menggoda dan menusuk penciuman. Kami terbang bersama Tuhan Sang Maha Pencipta Alam di hari-hari hisab dan perhitungan. Ramadan, terima kasih dan selamat datang. Marhaban ya Ramadan! (Penulis adalah Dai dan Pengurus MUI Kota Serang)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here