Selasa, 19 Juni 2018

Semrawut dan Kumuh, Pasar Begog Dikeluhkan Warga

SERANG, (KB).- Warga yang beraktifitas di sekitar Pasar Begog, Kecamatan Pontang mengeluhkan kondisi pasar yang berada di tepi Jalan Ciruas-Pontang-Tirtayasa tersebut. Pasar dinilai semakin kumuh dan semrawut. Tumpukan sampah berserakan sering terlihat disekitar pasar hingga menimbulkan bau tidak sedap, selain itu, pedagang kaki lima semakin merangsek ke bahu jalan.

Warga berharap ada penanganan khusus terhadap pasar yang juga berada di dekat puskesmas, lembaga pendidikan, kantor kecamatan dan kepolisian. Staf UPTD Pendidikan Udin Rai mengatakan, pasar terlihat kotor, sementara, posisinya ada di tepi jalan raya yang merupakan jalan strategis dari dan ke wilayah Serang Utara. Sampahnya mengganggu, banyak yang jualan di depan kantor.

“Pasar begog ini mengenai pas halaman kantor UPTD pendidikan PGRI Pontang. Saya kemaren tuh habis duduk bersama Pak Camat, Kapolsek, Dinas Kesehatan Puskesnas, akhirnya dirembukkan itu dari desa. Ini di depan polsek juga. Sekarang yang jualan makin ke sini makin banyak. Habis jualan sayuran tomat, pisang dan sebagainya sampahnya banyak dan membusuk sehingga menimbulkan bau, sekitar puskesmas dan PGRI bau,” tuturnya.

Udin berharap, disiapkan tempat sampah untuk para pedagang sehingga pasar lebih bersih dan sampahnya tidak menimbulkan bau. Selain itu, menurutnya, akibat banyaknya pedagang yang berjualan di tepi jalan, sering menimbulkan kemacetan di ruas jalan tersebut.

Guru SD Kubang Bhad Fudhel mengatakan, bau yang ditimbulkan dari sampah pasat tersebut mengganggu, selain itu, dari segi estetika juga tidak baik. “Masa sih di depan kantor. Pengennya agak digeser, memang dalemnya masih kosong tapi luarnya penuh banget. Dulu mah enggak kayak begini. Walaupun di pinggir jalan enggak terlalu. Sekarag mah sudah sampai depan puskemas,” kata Fudel. Ia berharap, ada ketertiban dan keindahan di sekitar pasar tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, Pasar Begog merupakan pasar milik desa. “Jadi kalau pasar desa itu kita gak ikut kelola, retribusi juga masuk ke desa. Namun untuk pembinaan (Dari Diskoperindag) tetap ada managemennya juga kan dilatih supaya bisa mengatur, pedagangnya juga agar ada kepedulian kelingkungannya, cuman kita kalau terlampau dalam gak bisa karena itu pasar punya desa,” ujarnya.

Terkait persoalan sampah dan PKL yang berjualan di tepi jalan, kata Wahid, itu kewenangannya ada di Dinas Lingkungan Hidup terkait sampahnya dan Satpol PP soal pedagangnya. “Kalau sampah ada kewenangan di lingkungan hidup, penertiban kaki lima ada di Pol PP, jadi kita tetap harus minta bantuan Pol PP, misal ada pedagang dijalan ya kita bantu surati ke Pol PP. Nanti kami akan hubungi Pol PP dan persampahan,” tuturnya. (YY)***


Sekilas Info

Tim Favoritnya Gagal Lolos ke Piala Dunia, Wagub Banten Alihkan Dukungan untuk Brasil

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy kecewa berat tim kesayangannya, Italia, gagal tampil di Piala …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *