Sempat Terbengkalai, Kodim Rehab Monumen Geger Cilegon

CILEGON, (KB)- Kodim 0623 Cilegon bekerja sama dengan Cilegon Corporate Social Responsibility (CCSR) dan BJB Cabang Cilegon, merevitalisasi monumen Geger Cilegon.

Setelah sempat terbengkalai bertahun-tahun, kini monumen tersebut menjadi menarik, bahkan dilengkapi dengan arena jogging track. Hasil revitalisasi monumen ini pun telah diresmikan, Ahad (10/11/2019).

Hadir pada acara peresmian, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, Komandan Korem (Danrem) 064 Maulana Yusuf (MY) Kolonel Infanteri (Inf) Windiyatno, Sekda Cilegon Sari Suryati, Dandim 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Sirait, Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Effendi, dan tamu undangan lain.

Dandim 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Sirait usai acara mengatakan, inisiatif ini berawal dari adanya masukan awak media terkait kondisi monumen Geger Cilegon yang terbengkalai. Di sisi lain, ia pun menerima informasi jika peristiwa Geger Cilegon adalah kisah kepahlawanan yang cukup terkenal di Banten.

“Awalnya saya dapat informasi dari teman media, tuh monumen Geger Cilegon terbengkalai. Lalu di hari lainnya, saya diberi informasi dari Pangdam, kalau perjuangan rakyat Banten itu yang paling terenal adalah Geger Cilegon. Disitulah saya merasa seperti disambar kilat, monumen Geger Cilegonnya kan di pinggir markas,” katanya.

Setelah itu, ia pun menyampaikan usulan revitalisasi ke Korem 064 MY dan Pemkot Cilegon. Pemkot kemudian mengarahkan agenda tersebut melalui program CCSR. “Total anggarannya itu kurang lebih Rp 600 juta,” ujarnya.

Menurut Dandim, tujuan dari revitalisasi ini agar monumen lebih disukai oleh masyarakat Kota Cilegon. Sehingga masyarakat bisa mendatangi monument, dan mempelajari sejarah-sejarah Geger Cilegon.

“Di monumen itu kami beri prasasti juga, isinya berupa informasi seputar Geger Cilegon. Kemudian kami buatkan juga jogging track, sehingga monumen ini selain untuk belajar secara, jadi tempat olah raga sekaligus selfie,” tuturnya.

Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi inisiatif Dandim. Menurutnya, monument tersebut penting untuk diketahui masyarakat luas. “Ini penting, karena monument ini akan memberikan semangat kepada generasi berikutnya,” ucapnya.

Di sisi lain, Cilegon pun belum memiliki taman pahlawan. Terkait hal tersebut, Edi mengaku jika pihaknya tengah melakuan kajian. “Disparbud kalau tidak salah sedang membuat kajian itu. Hasilnya seperti apa, saya sendiri belum dapat laporannya,” katanya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here