Sempat Mengabdi 10 Tahun, ASN Pencuri Masker Terancam Dipecat

CILEGON, (KB).- LL (38) dan NS (39), staf aparatur sipil negara (ASN) bagian gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon terancam dipecat. Keduanya yang telah mengabdi 10 tahun ini di Dinkes Kota Cilegon telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian 120 boks masker dari gudang Dinkes Kota Cilegon.

LL, NS, beserta dua office boy (OB) gudang Dinkes Kota Cilegon berstatus tenaga harian lepas (THL) berinisial MR (39) dan AW (35), kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit III Satreskrim Polres Cilegon. Keempat tersangka kasus pencurian masker ini terancam pasal berlapis, salah satunya pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

Berkaca pada pasal yang diterapkan, LL dan NS bisa terkena sanksi disiplin pegawai. Pada pasal 87 ayat (4) UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara jo Pasal 250 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, menyebutkan jika setiap PNS yang melakukan kejahatan dalam jabatan dan atau kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan, dapat diberhentikan dengan tidak terhormat.

Ini diperkuat dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Dimana aturan ini melarang PNS melakukan kesalahan berat seperti penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga : Pencuri Masker Terancam Hukuman Lebih Berat

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, keempat tersangka terancam pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Bahkan, bisa dikenakan pasal force majeure karena mencuri masker di tengah wabah Covid-19.

“Memang untuk bicara putusan, itu ranah pengadilan nanti. Tapi secara garis besar, pasal-pasal itulah yang bisa dikenakan kepada para tersangka,” katanya, akhir pekan lalu.

Tidak hanya pidana, namun Yudhis mengatakan, para tersangka juga terancam sanksi kepegawaian. Sebab dalam aturan kepegawaian pun, tercantum sanksi bagi ASN yang melakukan penyalahgunaan wewenang.

“Selain pidana, mereka juga bisa terancam sanksi lain dari Pemkot. Untuk hal itu sih, silakan tanyakan ke Pemkot,” ujarnya.

Menanggapi kasus tersebut, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi belum memutuskan nasib dua ASN Dinkes Cilegon itu. Menurut dia, perlu kajian untuk menentukan sanksi yang akan dijatuhkan.

“Kami masih kaji sanksi bagi mereka. Intinya, sanksi tegas yang diterapkan Pemkot Cilegon akan berlaku bagi mereka,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here