Sabtu, 17 November 2018
Pemilik lahan, Muktiani saat menunjukkan sumber air yang memancar di sekitar rumah tersebut dan sempat menjadi tontonan warga, di Kampung Curug Bonteng, Desa Kramatjati, Kecamatan Kragilan, Senin (15/1/2018) *

Semburan Air Berbau Belerang Hebohkan Warga

Warga Kampung Curug Bonteng, Desa Kramatjati, Kecamatan Kragilan mendadak heboh dengan adanya sumber air berbau belerang yang memancar secara vertikal setinggi 30 meter di lahan milik Muktiani, Senin (15/1/2018). Fenomena langka tersebut memancing warga yang penasaran untuk datang ke lokasi dan mengabadikannya dalam frame foto.

Pantauan Kabar Banten, di lokasi tampak pancaran sumber air yang telah diarahkan dengan menggunakan paralaon secara horizontal oleh sang pemilik, Muktiani. Air yang memancar tersebut terlihat deras, saking derasnya, suara pancarannya terdengar sampai jarak beberapa meter.

Saat didekati, air yang keluar lewat jalur pipa jet pump tersebut, sedikit berbau belerang. Saat angin kencang datang, bahkan tercium bau gas secara samar-samar. Ketika disentuh air tersebut sama dengan air lazimnya, yakni dingin dan terkadang sedikit hangat.

Pemilik lahan Muktiani menuturkan, peristiwa tersebut sebenarnya sudah pernah terjadi pada 2012 lalu. Pancaran sumber air tersebut juga sangat deras dan berasal dari lubang yang sama. Kemudian, air yang memancar tersebut berlangsung selama 2 bulan. “Setelah itu mah normal enggak ada lagi airnya. Bahkan, saya pasang jet pump dan aman sampai 5 tahun,” katanya kepada Kabar Banten di lokasi.

Namun kemudian, pada Ahad (14/1/2018) sekitar puku 16.00 WIB dari sumber jet pump tersebut kembali memancarkan air. Ketinggiannya lebih dari yang terjadi pada 2012. Di mana kali ini mencapai 30 meter. Sontak saja hal tersebut membuat dia terkejut begitu juga warga lainnya. “Kemarin jam 16.00 WIB keluar lagi saya juga kaget, nyembur. 30 meter ke atas, ini masih pada kotor. Kemarin mah ramai ke sini,” ujarnya.

Pada 2012 lalu, kemunculan sumber air tersebut sempat dilakukan penelitian oleh Distamben Kabupaten Serang. Berdasarkan hasil penelitianny, air tersebut mengandung belerang. Hal tersebut dirasa wajar olehnya, sebab sekitar 2 kilometer dari rumahnya memang terdapat pemandian belerang, yakni di Desa Pematang. “Memang ada jalurnya,” ucapnya.

Untuk sementara, pancaran sumber air tersebut dibiarkan begitu saja. Sebab, pancaran kali ini memang tidak bisa ditutup seperti yang sebelumnya. Selain air, dari lubang tersebut juga pada awal-awal sempat mengeluarkan bebatuan, namun sedikit lunak. “Enggak bisa ditutup, karena besar, takut meledak kalau di tutup, paling ngalir ke sawah,” tuturnya.

Sementara, warga sekitar, Faisal menuturkan, awalnya lahan tersebut merupakan bekas empang. Namun, karena kurang produktif, kemudian diuruk untuk diubah menjadi lapangan futsal. “Eh malah keluar sumber air, aneh sih ini,” katanya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *