Sembilan Produk UKM Kabupaten Lebak Tembus Pasar Ritel

TERUS menjamurnya ritel waralaba hingga masuk ke pelosok desa, ternyata belum berdampak langsung pada pelaku UKM yang belum bisa ikut memasarkan produk olahan mereka pada ritel waralaba itu. Kenyataan itulah yang kemudian mendorong Pemkab Lebak melakukan beberapa gebrakan yang sangat menjanjikan bagi perkembangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Setelah sebelumnya mendirikan stan UKM produk asli masyarakat di Giant Store yang terletak di Rangkasbitung Indah Plaza (Rabinza), pada bulan Ramadhan lalu, Pemkab Lebak mulai melakukan kerja sama dengan waralaba milik PT Indomarco untuk memasarkan sembilan produksi penganan seperti gula semut, kue akar kelapa, kopi leuit baduy, gula aren dan beberapa penganan lainnya hasil produksi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lebak. Agar kerja sama pemasaran tersebut berjalan lancar serta saling menguntungkan, UMKM pemilik masing-masing produk penganan tersebut akan menyediakan sebanyak sembilan ton per produk makanan ke waralaba tersebut.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap waralaba PT Indomarco yang telah bersedia melakukan kerja sama untuk pemasaran sembilan jenis produk penganan yang dihasilkan UMKM di Lebak. ”Pemasarannya tidak hanya di waralaba PT Indomarco di Lebak saja, tetapi akan dilakukan pula di waralaba PT Indomarco Pandeglang serta Serang. Kami berharap melalui kerja sama ini, usaha produk penganan UMKM semakin meningkat,” ujar Bupati Iti Octavia Jayabaya kepada Kabar Banten, usai meluncurkan (launching) produk UMKM Lebak di waralaba PT Indomarco di Kampung Kapugeran, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Rangkasbitung, Selasa (6/2/2018).

Ditambahkannya, mengingat saat ini merupakan kerja sama awal, untuk selanjutnya akan banyak jenis produk penganan milik UMKM yang kembali dipasarkan melalui waralaba PT Indomarco, agar para UMKM bisa berkembang karena pemasarannya dilakukan dengan pihak perusahaan perdagangan yang resmi. Seperti diketahui, sejak beberapa tahun belakangan ini, Pemkab Lebak telah memberikan kemudahan perizinan bagi pendirian ritel waralaba seperti Alfamart dan Indomaret untuk mendirikan gerai di wilayah di Kabupaten Lebak.

Tak heran jika kemudian diseluruh wilayah kecamatan terdapat sejumlah gerai ritel waralaba yang termasuk dalam kategori pasar modern dimana barang dagangannya diperjualbelikan dengan harga yang pas sehingga tidak ada aktivitas tawar menawar dan dengan layanan yang baik. Babay menambahkan, keberpihakan Pemkab Lebak pada pelaku UKM juga ditunjukkan dengan penerbitan Peraturan Bupati Lebak No. 18 tahun 2017 tentang kemitraan antara Pelaku Usaha Mikro Kecil dengan Pelaku Usaha Menengah dan Besar di Kabupaten Lebak.

”Tujuan pelaksanaan kemitraan sebagaimana diatur pada pasal 3 adalah memfasilitasi pemasaran produk-produk usaha mikro dan kecil kepada pelaku usaha agar dapat tumbuh dan berkembang, serta penguasaan dan penguatan akses pasar domestik. Jika mencermati keseluruhan isinya, Perbup 18/2017 jelas menunjukkan bukti keberpihakan pemerintah pada pelaku usaha mikro dan kecil di Kabupaten Lebak, ”ujar Babay Imroni. (Lugay/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here