Sembilan Pesan Untuk LPTQ Banten

BOGOR, (KB).- Pemerintah Provinsi Banten menitipkan sembilan pesan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Hal itu seperti disampaikan Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi, Samsir, ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IX LPTQ Tingkat Provinsi Banten Tahun 2019 di Bogor, Kamis (31/10/2019) malam.

Kesembilan pesan tersebut, kata Samsir, pertama LPTQ harus mengevaluasi pelaksanaan program kerja, baik yang sudah maupun akan dilaksanakan. Kedua, harus membangun sinergitas dengan pemerintah daerah dan LPTQ Kabupaten/ Kota. Ketiga, program kerja harus dibahas dan dikaji mendalam, serius dan hati-hati.

Kempat, harus mempersiapkan sungguh-sungguh pelaksanaan MTQ ke-17 tingkat Provinsi Banten di Kota Tangerang Selatan. Kelima, penguatan peran LPTQ . Keenam, meningkatkan baca tulis dan pemahaman Alquran melalui jalur dan jenjang pada masyarakat. Ketuju, menginventarisasi kafilah serta membuat data base penyelenggaraan MTQ.

Kedelapan, berkomitmen dalam menyosialisasikan gerakan masyarakat Magrib Mengaji. Kesembilan, membina dan mempersiapkan calon duta Banten pada perhelatan MTQ Nasional ke-28 di Kota Padang.

“Pak Gubernur sangat memberi perhatian kepada LPTQ. Hal ini harus menjadi pelecut untuk meningkatkan peran dan fungsi LPTQ ke depan,” kata Samsir.

Menurut Samsir, LPTQ memiliki peran sangat strategis, terutama dalam meningkatkan semangat umat Islam untuk membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi kandungan Alquran dalam kehidupan sehari-hari dan pengembangan program keagamaan lainnya.

LPTQ, kata dia, tidak boleh berada dalam kondisi statis dan terebenam dalam rutinitas seremonial. LPTQ dituntut untuk terus membuat terobosan dan mengembangakan program-program yang dapat dirasakan output dan outcomenya oleh masyarakat luas, baik dari segi pembinaan maupun eksistensi program yang dapat diimplementasikan di lapangan.

Sementara Ketua Harian LPTQ Banten Prof. KH. Syibli Syarjaya berkomitmen menjadikan LPTQ sebagai lembaga yang diperhitungkan eksistensinya. Oleh sebab itu, ia meminta LPTQ Kabupaten/ Kota bersinergi program.

“Harus diketahui, dalam LPTQ tidak ada garis komando dari provinsi ke kabupaten/kota. Sebab, yang ada hanya bersifat koordinasi dan konsultasi,” kata Prof. Syibli.

Rakerda berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (31/10/2019) hingga Sabtu (2/11/2019), diikuti pengurus LPTQ Kabupaten Kota, Kemenag, dan Kesra.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here