Jumat, 16 November 2018

Seluruh Warga Medan Sosialisasikan MTQN 2018

MEDAN, (KB).- Seluruh warga Medan Sumatera Utara ikut menyosialisasikan perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII yang akan digelar pada 6 sampai 12 Oktober 2018. Sosialisasi itu dilakukan di berbagai media, seperti facebook, instagram, twitter, dan surat elektronik.

“Marwah Sumatera Utara dipertaruhkan lewat suksesnya pelaksanaan MTQ Nasional,” kata Kepala Diskominfo Provinsi Sumut M Fitriyus kepada wartawan, Minggu (16/9/2018).

Oleh sebab itu, kata dia, seluruh elemen masyarakat dan stakeholder di Medan ikut berjibaku menyosialisasikan keegiatan ini. “BUMN, BUMD, ormas, tokoh masyarakat, semuanya harus terlibat menyukseskan MTQ Nasional ini,” katanya.

Ketua LPTQ Sumut Asren Nasution menambahkan, kunci suksesnya acara ini adalah publikasi ke masyarakat. Sebab MTQN tidak hanya sekadar lomba yang diadakan di Sumut, tapi sejarah untuk generasi masa depan. Apalagi, hanya Indonesia yang menyelenggarakan MTQ dari tingkat desa hingga nasional.

“Kalau publikasi berhasil, banyaklah pengunjung yang datang. Ini sejarah untuk masyarakat Sumatera Utara. Perlu 47 tahun untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional, bukan sebentar itu,” kata Asren.

Saat ini, lanjut dia, pengerjaan pembangunan Astaka MTQ Nasional di Jalan Pancing sudah mencapai 90 persen. Sebanyak 108 peserta MTQN dari Sumut telah didaftarkan dan lolos semua. Sementara ada 122 peserta dari provinsi lain yang gugur lantaran masalah administrasi.

Asren juga menginformasikan bahwa sekretariat MTQ Nasional berada di lantai delapan kantor gubernur. “Sekretariat atau posko juga didirikan di masing-masing kantor bupati dan wali kota, juga Bandara Kualanamu,” ucapnya.

Menurut dia, penunjukan Sumut sebagai tuan rumah merupakan penghargaan dan menjadi peluang emas provinsi ini dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Selain sebagai ajang syiar agama, juga berdampak kepada pembinaan kehidupan beragama, khususnya pengembangan tilawatil Quran.

“Saya minta dukungan seluruh masyarakat Sumut, dari berbagai latar belakang agama, suku, etnis maupun budaya, siap menerima dan menyambut para kafilah dari seluruh provinsi,” kata Asren.

Dikemukakan, MTQ Nasional akan memperlombakan tujuh cabang dan 18 golongan yang akan diikuti utusan kafilah dari 34 provinsi se-Indonesia. Seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat, khususnya Kota Medan menyatakan siap menyukseskan acara ini. 

 

Sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan sudah tahap finishing, mulai dari arena utama (astaka) di kawasan gedung serbaguna Pemprov Sumut di Jalan Willem Iskandar/Pancing, Kabupaten Deliserdang, tempat acara permusabaqahan (perlombaan) yang tersebar di beberapa kampus seperti Unimed, UIN Sumut, dan Akademi Pariwisata Medan. Juga di lapangan Merdeka Medan, Istana Maimun dan Asrama Haji Medan.

“Maskot MTQN kali ini adalah ayam jago. Semoga dengan semangatnya, kita semakin meningkatkan kerukunan, kedamaian dan keramahan dalam keberagamaan sebagai umat manusia,” tegas Asren.

Untuk peserta, kata dia, tercatat sudah 1.872 orang yang mendaftar dengan ketentuan persyaratan yang sudah diatur. Nama-nama tersebut diserahkan ke Dirjen Capil Kemendagri untuk diverifikasi seluruh e-KTP-nya.

MTQN kali ini mengambil tema “MTQ Wujudkan Revolusi Mental Menuju Insan Quran”. Asren pun menekankan kepada panitia, baik pusat maupun daerah untuk mengintensifkan koordinasi dan komunikasi, baik formal, informal dan personal. (KO)*


Sekilas Info

Brigjend KH Syam’un Dianugerahi Pahlawan Nasional

JAKARTA, (KB).- Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh, di Istana Negara, Jakarta, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *