Senin, 17 Desember 2018

Seluruh Proyek Strategis Nasional di Banten Terancam Gagal

SERANG, (KB).- Pengamat ekonomi dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Banten, Didi Wandi, mengatakan proyek strategis nasional di Banten terancam gagal. “Bisa jadi beberapa proyek strategis nasional di Banten akan dihapus. Sebab, pemerintah pusat menilai kemajuan proyek tersebut di lapangan tidak menunjukkan hal yang signifikan hingga hari ini,” ujar Didi kepada kabar-banten.com, Rabu (14/2/2018) petang.

Menurut Didi, KEK Tanjung Lesung dan proyek pembangkit listrik sampah termasuk pada kategori kemajuan yang lambat tersebut. Penilaian Didi menyusul permintaan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk mengevaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Permintaan itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat kabinet paripurna dengan tema “Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019” di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2/2018).

“Saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi lagi program proyek yang bisa betul-betul dieksekusi, mana yang tidak mungkin untuk dilaksanakan. Ini harus diputuskan cepat,” kata Jokowi.
Darmin tak membantah ada sejumlah proyek strategis nasional yang kemungkinan tak bisa dilaksanakan. Namun, ia belum mau menyebutkan proyek apa saja karena saat ini masih dalam tahap evaluasi.

Seperti diketahui, beberapa proyek strategis nasional yang berada di Provinsi Banten antara lain KEK Tanjung Lesung, Jalan Tol Serang Panimbang, Waduk Sindang Heula dan Karian, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Menurut Didi, proyek pembangkit listrik tenaga sampah yang berada di Kota Tangerang masih berbentuk kajian dan belum ada realisasi fisik.

“Agak sulit jika harus diselesaikan pada akhir tahun ini. Mengingat masih banyak tahapan yang harus dilalui, sejak mencari investro, analisa amdal, hingga pembangunan fisiknya,” kata Didi. Khusus KEK Tanjung Lesung, kata dia, pada awal Februari 2018 Gubernur Banten merasa perlu mengumpulkan beberapa pihak. Hal itu menyusul adanya informasi Tanjung Lesung tak lagi menjadi prioritas pemerintah pusat.

Masih kata Didi, persoalan lambatnya kemajuan proyek strategis nasional juga dialami oleh pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang. Proyek tersebut belum mampu menyelesaikan pembebasan lahan, terutama untuk wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Padahal, tengat waktu proyek adalah 560 hari sejak akhir tahun 2017. “Pemerintah Provinsi Banten harus sigap dan turut mengawal, agar proyek-proyek tersebut tidak dikeluarkan dari daftar proyek strategis nasional seperti Bandara Bansel dan Terminal LPG,” ungkap Didi yang juga aktivis Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Provinsi Banten. (SY)***


Sekilas Info

Rusak dan Invalid, Disdukcapil Kota Serang Musnahkan 2.637 KTP-El

SERANG, (KB).- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang memusnahkan 2.637 kartu tanda penduduk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *