Selter Tsunami tidak Difungsikan Optimal

Bangunan selter tsunami di Desa Labuan, Kecamatan Labuan dinilai mubazir. Sebab, bangunan seluas 2.456 M2 tersebut tidak dapat difungsikan saat terjadi tsunami. Seharusnya shelter tersebut bisa dijadikan tempat evakuasi korban bencana. Bangunan tersebut berdiri di atas lahan Terminal Labuan yang kemudian berubah fungsi menjadi selter tsunami.

Pantauan di lokasi, bangunan tiga lantai tersebut terkesan tidak terawat, padahal pembangunan tersebut menghabiskan anggaran miliaran rupiah. “Iya, bangunan ini sejak dibangun sampai sekarang tidak pernah dipakai, karena kurang nyaman. Malah, di halaman depan gedung dijadikan tempat penyimpanan gerobak pedagang,” kata Ula kepada Kabar Banten, Kamis (27/12/2018).

Menurut dia, di bagian tembok bangunan itu terpampang tulisan “Tanah Ini Milik Pemda Kabupaten Pandeglang”. Kemudian ada papan bertuliskan “Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten”.

Sementara bangunan tersebut memiliki dua jalur menuju ruangan dalam. Pertama jalur lewat anak tangga yang berada di sisi kanan gedung dan kedua melalui jalan datar yang ada di depan gedung. Namun kawasan gedung itu dipenuhi genangan air di berbagai sudut. Sampah berserakan sehingga terkesan bangunan itu tidak terawat.

Menurut Ula, bangunan itu terlihat jelas dari lantai dua dan tiga Teluk Labuan. Sebab jarak dari shelter hingga bibir pantai sebenarnya tidak terlalu jauh. “Bangunan memang sering dipakai mojok pasangan anak baru gede, kadang banyak juga yang berpacaran,” katanya.

Sementara itu, Manteri Polisi Satpol PP Kecamatan Labuan Izal Muhrizal mengatakan, sebetulnya saat terjadi tsunami pada Sabtu (22/12/2018) lalu, banyak yang langsung menyelamatkan diri ke gedung shelter. Sebab, gedung shelter memang merupakan bangunan tertinggi di wilayah tersebut.

“Waktu tsunami kemarin banyak yang ke sini, tapi setelah sudah aman pada pulang lagi. Mungkin kalau mengungsi di sini karena tidak ada sarana air bersihnya,” tuturnya.

Ia menilai, bangunan shelter ini penting bagi masyarakat di wilayah Labuan dan sekitarnya. Ia pun berharap ada upaya pihak terkait untuk bisa mengembalikan fungsi bangunan ke fungsi semula. “Kita juga berharap ada pemeliharaan bangunan tersebut, agar tidak terlihat kumuh,” katanya. (Iman Fathurohman)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here