Seleksi SNMPTN dan SBMPTN 2020, Peserta Wajib Miliki Akun LTMPT

SERANG, (KB).- Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten menyosialisasikan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ujian tes berbasis komputer (UTBK) serta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-P) kepada guru SMA di Provinsi Banten, di Aula SMAN 1 Ciruas, Selasa (3/12/2019).

Pada 2020, ada kebijakan single sign on (SSO) yang merupakan tahap awal pendaftaran, yakni peserta yang mengikuti seleksi wajib memiliki akun LTMPT.

Tim LTMPT Banten Tri Cahyono mengatakan, pada penerimaan mahasiswa baru pada 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni calon peserta SNMPTN dan SBMPTN UTBK lebih dahulu untuk melakukan registrasi melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id.

Registrasi akun LTMPT, terdiri atas dua bagian, yakni akun untuk pihak sekolah dan siswa, sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dapat melakukan registrasi akun LTMPT dengan memasukkan kombinasi nomor pokok sekolah nasional (NPSN) dan kode registrasi sekolah pada data pokok pendidikan (Dapodik).

“Sementara itu, sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dapat melakukan registrasi pada akun LTMPT dengan memasukkan kombinasi NPSN dan kode education management information system (EMIS). Siswa harus melakukan login akun LTMPT dengan memasukkan kombinasi nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah nasional (NPSN), dan tanggal lahir,” katanya kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, PMB pada 2020 dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni melalui SNMPTN dengan kuota 20 persen, SBMPTN UTBK dengan kuota 40 persen, kemudian jalur mandiri 30 persen, lalu 10 persenya untuk program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) untuk putra-putri Papua.

“Hal yang baru juga pemeringkatan siswa pada pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) dilakukan di sekolah, jumlah siswa yang masuk dalam pemeringkatan sesuai dengan ketentuan kuota akreditasi sekolah, yakni sekolah dengan akreditasi A sebanyak 40 persen, kemudian akreditasi B 25 persen, dan sekolah akreditasi C 5 persen,” ujarnya.

Pelaksanaan UTBK

Ia mengatakan, pelaksanaan UTBK pada 2020 akan berlangsung selama seminggu dengan 14 sesi dan dua sesi setiap harinya. Dilaksanakan di 74 pusat UTBK perguruan tinggi negeri (PTN). Untuk peserta yang akan mengikuti UTBK, hanya diperbolehkan sekali tes sesuai dengan kelompok tes yang diikutinya, yakni sains dan teknologi (saintek) dan sosial dan humaniora (soshum) dan campuran.

“Hasil UTBK 2020 hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru yang hasilnya akan diberika pada peserta secara individu serta dapat digunakan oleh PTN dalam pelaksanaan PMB jalur mandiri,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Adang Abdurahman menuturkan, perbedaan PMB masuk ke perguruan tinggi tersebut, sering ditemui masalah, yakni dalam hal pendataan pada database. Diharapkan, permasalahan tersebut tidak ditemui pada penerimaan masuk ke PTN.

“Kami berharap, banyak lulusan SMA di Banten dapat diterima pada PTN, jika sudah banyak yang masuk dan studi di PTN, maka angka statistik perluasan PT merata di Provinsi Banten,” tuturnya. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here