Seleksi Calon Anggota KPU Banten, Tes Kesehatan Libatkan Dokter Spesialis RSUD

SERANG, (KB).- Tim seleksi (timsel) calon Komisioner KPU Provinsi Banten akan melibatkan dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Dradjat Prawiranegara Serang dalam melakukan tes kesehatan terhadap calon Komisioner KPU Provinsi Banten yang lolos tes psikologi. Rencananya tes kesehatan dilakukan Senin (19/3/2018).

Ketua Timsel Calon Komisioner KPU Provinsi Banten, Lili Romli mengatakan, dokter spesialis yang terlibat di antaranya spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, spesialis kejiwaan dan ahli narkotika dan lain-lain. “Jumlah anggota dokternya saya enggak tahu karena akan ditangani oleh tim dokter RSUD Serang,” katanya saat dihubungi wartawan melalui sambungan seluler, Selasa (13/3/2018).

Waktu yang diberikan kepada RSUD Serang untuk melakukan tes kesehatan yaitu tiga hari. Waktu ini digunakan untuk melakukan tes terhadap nama-nama yang lolos tes psikologi di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Mereka yang lulus tes psikologi akan ikut tes kesehatan,” ujarnya.

Disinggung jumlah dan nama-nama yang lolos tes psikologi, pria yang juga pengajar di Universitas Indonesia (UI) Jakarta ini belum dapat merilis secara resmi karena baru akan pleno pada Selasa (13/3/2018) malam. Jumlah maksimal yang akan lolos sebanyak 42 orang. “Baru mau rapat Selasa malam. Mudah-mudahan besok (hari ini) bisa diumumkan via website KPU Banten dan Kamis-nya melalui media massa lokal,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, nama yang lolos tes kesehatan akan menjalani tes wawancara Senin (26/3/2018). Materi wawancara meliputi pendalaman atas materi Pancasila, UUD 1945, NKRI, bhineka tunggal ika, kepemiluan, ketatanegaraan, kepartaian dan lembaga penyelenggara pemilu. “Setiap orang akan diwawancarai oleh 5 anggota timsel dalam bentuk panel. Dalam tes wawancara itu timsel akan melakukan klarifikasi atas tanggapan dan masukan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, secara umum seleksi calon Komisioner KPU mengalami perubahan, seperti terlihat pada tes tulis dari yang sebelumnya berbasis manual menjadi berbasis komputer atau CAT. Kemudian, perbedaan juga nampak dari seleksi administrasi dari yang sebelumnya menjadi kewenangan timsel sekarang ada campur tangan KPU RI melalui Keputusan KPU RI yang berisi pedoman skoring penelitian administrasi. “Masing-masing tentang pengalaman pendidikan dan sebagainya ada skoring,” ujarnya.

Ia meyakini tahapan seleksi demikian akan mampu menghasilkan komisioner KPU yang berintegritas dan mampu menjalankan tugas kepemiluan dengan baik. “Sebenarnya timsel dan KPU pusat menetapkan persyaratan administratif, isinya ada surat pernyataan bahwa dia itu bebas, independen dari parpol dan sebagainya,” katanya. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here