Minggu, 18 November 2018
Penanaman Mangrove di Serang Utara.*

Selamatkan Daratan dari Abrasi, IKPP Tanam 11 Hektare Mangrove

PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) telah berhasil menanam 11 hektare mangrove yang tersebar di wilayah Serang Utara. Penanaman mangrove tersebut, didasari adanya permintaan warga yang selama ini area tambaknya banyak terkena abrasi.

Humas PT Indah Kiat Pulp and Paper Serang, Arif Mahdali mengatakan, untuk tanaman mangrove hingga saat ini perusahaannya sudah menanam sekitar 11 hektare. “Salah satunya di Lontar, Kecamatan Tirtayasa. Kalau penanaman mangrove dari tahun 2010, 2012, 2014, 2016, dan sekarang. Itu tiap tahun genap,” katanya kepada Kabar Banten, beberapa waktu yang lalu.

Ia menuturkan, penanaman mangrove tersebut, didasari adanya banyak permintaan dari warga di wilayah Serang Utara. Karena, memang di sana banyak tambak mereka yang tergerus air laut. “Awalnya kami enggak mau nanam, tapi kemudian banyak terima keluhan masyarakat katanya banyak tambaknya yang hilang,” ujarnya.

Selama ini, memang banyak yang mengajukan penanaman mangrove tersebut. Meski demikian, tidak semua yang minta kemudian ditanamkan. “Karena kami milih juga yang ada kredibilitas, karena itu kami minta referensi juga dari DLH,” ucapnya.

Untuk mempermudah akses ke hutan mangrove, pihaknya sudah membuatkan jembatan. Namun, dia mengatakan, pascapenanaman mangrove setelah besar banyak plang nama mereka yang hilang dan kemudian dicabut orang lain. “Tapi, banyak diakui juga, kami pasang plang di sana besok ganti lagi namanya. Itu yang susah kami yang tanam, tapi susah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dari 11 hektare tersebut, total batang mangrove yang ditanam sekitar 100.000 batang. Jarak tanam sekitar 1 meter. “Kalau sekarang masyarakat dengan desa rebutan untuk kelola. Kami biayain sampai buat jembatan ke dalam. Yang penting kami tanam,” katanya. (Dindin Hasanudin)*


Sekilas Info

Kegiatan Reses Dewan Diawasi

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten menerjunkan petugas untuk mengawasi kegiatan reses, kegiatan tersebut rawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *