Selamat Jalan Pejuang Kabar Banten

Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Umum Kabar Banten grup Pikiran Rakyat Bandung, Abdul Rochim, meninggal dunia di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Serang sekitar pukul 09.50, Rabu (8/11/2017) dalam usia 48 tahun. Pak Ohim sapaan akrabnya, tutup usia karena penyakit komplikasi yang dideritanya. Sebelumnya, alhmarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Kencana, Kota Serang, Ahad sampai Senin (5-6/11/2017). Dua hari kemudian, dipindahkan ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara, Selasa (7/11/2017).

Setelah disemayamkan di Rumah Duka di Kuranji Kidul Kota Serang, jenazah Abdul Rochim diantarkan ke Tulang Bawang, Provinsi Lampung, untuk dimakamkan bersama kedua orangtuanya di kampung halamannya. Turut serta Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat, Rachmat Ginanjar dalam rombongan pengantar.

Almarhum yang meninggalkan dua orang putri yaitu Fitria Nurrahmah (17) dan Nurul Azkia (13), dilepas pimpinan dan karyawan HU Kabar Banten. Di Kabar Banten, almarhum dikenal sebagai pimpinan yang sabar dan sederhana.

Sejumlah kerabat hingga pejabat, juga berdatangan ke rumah duka. Mereka di antaranya tokoh masyarakat Banten, H. Embay Mulya Syarief, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Wakil Ketua PWNU Banten, Toha Sobirin, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah beserta Plt Sekda, Agus Erwana, dan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Banten Dr. H. Mahfudin.

Selain itu, hadir pula kerabat dari insan pers, di antaranya H. Agus Sandjadirdja yang merupakan mantan Pimpinan Umum Fajar Banten, Komisioner KI Banten, Ade Jahran, GM Banten Pos, H. Adam Adhary, dan Pimpinan Redaksi Banten Pos, Saepudin, Redaktur Pelaksana Banten Raya Fikri Himan, dari LKBN Antara H. Mulyana, dan dari RRI, Nasrudin.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengaku kaget atas kabar duka tersebut. Secara pribadi, Tatu kenal dekat dengan Pak Ohim. “Almarhum ini supel orangnya, penyabar, dan pendiam juga. Jadi saking pendiamnya, teman-temannya sampai gak tahu dia sakit. Tahunya dia sehat-sehat saja, karena dia gak pernah mengeluhkan apapun, apalagi soal sakitnya,” kata Tatu di rumah duka, di Kuranji, Kota Serang, Rabu (8/11/2017).

Bupati merasa sangat berduka dengan kepergian almarhum, karena saat bertemu beberapa waktu lalu dalam kondisi sehat. “Semoga almarhum diterima iman Islamnya, ya kita sama-sama ngirim doa. Untuk keluarga besarnya yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan, bareng-bareng menjaga putri-putrinya yang ditinggalkan,” ujarnya. Saat melepas jenazah Abul Rochim, Tatu tampak memeluk kedua anaknya untuk tabah. Tampak kedukaan tergambar dalam raut Tatu.

H. Embay Mulya Syarief, yang datang ke rumah duka lebih awal, merasa kagum dengan kepribadian Ohim yang low profile. Meski memegang pucuk pimpinan redaksi HU Kabar Banten, menurut dia, almarhum sangat sederhana dan santun. “Almarhum tidak pernah mengeluhkan sakitnya, sabar dalam segala hal. Terakhir ketemu almarhum, saat HUT ke-17 HU Kabar Banten, almarhum memeluk saya sangat erat sekali. Selamat jalan Pak Ohim, kami kehilangan dan berduka cita. Semoga Allah lapangkan kuburnya, Allah terangi kuburnya, dan kuburnya merupakan taman surga,” kata H. Embay berkaca-kaca.

Melepas jenazah

Sementara itu, Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat, Rachmat Ginandjar, saat melepas jenazah almarhum di Masjid Al Falah, Kuranji Kidul mengatakan, Abdul Rochim merupakan sahabat, adik, dan rekan kerja yang patut menjadi teladan. Sosok yang gigih dan loyal terhadap profesi dan pekerjaannya.

“Saya, kami, keluarga besar HU Kabar Banten, saksi bahwa Pak Ohim adalah orang baik, orang soleh. Orangnya santun, sederhana, dan tidak pernah mengeluh, sampai kami tidak tahu penyakit yang dideritanya. Ya Allah, ampuni segala khilaf Ohim, terima amal ibadahnya, dan tempatkan di tempat terindah di sisimu ya Allah,” kata Rachmat Ginandjar, yang terhenti berkata-kata sambil menahan air mata.

Penanggungjawab Kabar Banten Online, Syair Asiman menilai almarhum sebagai sosok pejuang jurnalis di lingkungan Kabar Banten. “Almarhum adalah pejuang yang membesarkan Kabar Banten. Kami tentu sangat merasa kehilangan,” tuturnya. (Supriyadi Jayasantika)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here