Rabu, 21 Februari 2018

Selamat Jalan H. Moch Yas’a Mulyadi, Negarawan dari Gunung Kencana

Kabupaten Lebak berduka. Ucapan bela sungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan atas meninggalnya H. Moch. Yas’a Mulyadi, di Rumah Sakit GPI Kukusan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (12/2/2018) pukul 08.10. Yas’a sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Ia meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Almarhum disemayamkan di rumah pribadinya di Taman Pesona Kayangan, Depok.

Sebelum tutup usia, Yas’a sempat menjalani cuci darah. Namun sekitar empat hari lalu, di bagian paha kaki kirinya sudah tidak berfungsi lagi. Setelah menjalani operasi kondisinya semakin memburuk, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
“Saya atas nama keluarga, kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak di Kabupaten Lebak, apabila Bapak (Almarhum Yas’a Mulyadi) memiliki kesalahan saat menjabat sebagai bupati di Kabupaten Lebak. Kami pihak keluarga berencana akan memakamkan almarhum di kampung halamannya di Kecamatan Gunung Kencana,” tutur Tb. Regiasa Fajar.

Drs. H. Moch Yas’a Mulyadi MTP, tidak lain adalah Bupati Lebak ke-18 1998-2003. Booming buah-buahan dari Kabupaten Lebak, tidak lepas dari tangan dinginnya melalui program One Product one Vilage. Melalui program unggulan itu, Yas’a mengajak masyarakat untuk memaksimalkan potensi pertanian, khususnya tanaman buah-buahan di setiap kecamatan, dengan memerhatikan unsur kecocokan tanah dengan jenis buah-buahan yang akan ditanam.
Putra Lebak kelahiran Gunung Kencana itu diangkat menjadi Bupati Lebak pada tahun 1998 hingga tahun 2003 tanpa melalui proses pemilihan umum seperti yang kita kenal saat ini. Yas’a diangkat menjadi Bupati Lebak oleh Menteri Dalam Negeri, setelah diajukan atau diusulkan oleh DPRD.

Memahami potensi Lebak

Berlatar belakang guru, Yas’a yang sebelumnya merupakan salah satu Widyaswara di Kementerian Dalam Negeri, yang antara lain bertugas memberikan pelatihan dan pembelajaran pada kepala daerah di Indonesia. Sebagai putra daerah Lebak, Yas’a memahami betul potensi geografis serta kondisi daerah yang telah ditetapkan sebagai salah satu daerah tangkapan air. Salah satu program unggulan yang dicanangkannya, One Product One Vilage merupakan pengejawantahan atas pemahaman Yas’a pada daerah yang kini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Lebak.

Selain program unggulan itu, bupati yang dikenal ramah dan murah senyum itu juga mengusung program utama “Wareg, Waras, Wasis”. Sebuah program yang sangat pantas dikedepankan Kabupaten Lebak, yang dikenal sebagai daerah tertinggal itu.
Kepada penulis yang saat itu sering mendampingi dalam kunjungan kerjanya, Yas’a menyadari betul bahwa program 3 W Wareg-Waras-Wasis bukanlah sebuah pekerjaan ringan yang bisa diselesaikan dalam satu periode kepemimpinan, tapi merupakan pekerjaan rumah bagi pemimpin Lebak dimasa mendatang.

Keberlanjutan program Wareg-Waras-Wasis, menjadi salah satu alasan Yas’a untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati Lebak periode 2003-2008 melalui proses pemilihan oleh DPRD Lebak, sebagaimana diatur dalam UU No. 22/ 1999 tentang Otonomi Daerah. Setelah melalui proses pemilihan di DPRD, dalam rapat pleno dewan 5 November 2003, Yas’a yang berpasangan dengan (Alm) Maman Saeful Rahman berhasil meraih 21 suara, hanya kalah satu suara oleh pasangan H. Mulyadi Jayabaya yang berpasangan dengan Odih Chudori Padma, yang berhasil meraih 22 suara. Namun putra terbaik Lebak dari Gunung Kencana tetap berdiri tegak sebagai negarawan, menerima semua realitas politik dengan lapang dada.

Manggung lagi di Pilkada 2009

Perubahan iklim politik dari pola pemilihan kepala daerah melalui perwakilan rakyat (DPR-DPRD) menjadi pemilihan umum langsung oleh rakyat, mengundang rasa penasaran Yas’a untuk kembali bertarung dalam ajang Pilkada. Pada Pilkada 2009, diikuti oleh tiga pasangan calon yaitu Incumbent H. Mulyadi Jayabaya-Amir Hamzah, H. Mardini-Wijaya Ganda Sungkawa serta Yas’a Mulyadi-HM. Sudirman, yang ditandai dengan aksi mundur dua pasangan calon.

Meski sudah menyatakan mundur dari pencalonan, pasangan calon dari jalur perseorangan itu mencoblos di TPS yang sama, yakni TPS 4 Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja. Yas’a-Sudirman memilih tetap mencoblos, setelah KPU Lebak menolak pernyataan mundur pasangan ini. Yas’a menunjukkan sikap kenegarawan dengan tetap mengupayakan memberitahukan dan mengajak kepada pendukungnya dan masyarakat untuk tetap memberikan hak pilihnya sesuai dengan pilihan masing-masing. Ajakan mantan Bupati Lebak untuk menggunakan hak pilihnya pada setiap Pemilihan Umum (Pemilu) seolah mengingatkan kita semua untuk menyukseskan Pilkada Lebak dengan menggunakan hak pilih kita untuk memilih pemimpin Lebak. “Selamat jalan Negarawan dari Gunung Kencana”. (Tono Soemarsono)***


Sekilas Info

Pilkada Lebak 2018: Pjs Bupati Lebak Ingatkan Netralitas ASN

LEBAK, (KB).- Pejabat sementara (Pjs) Bupati Lebak H. Ino S Rawita mengingatkan seluruh aparatur sipil negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *