Selama Puasa, Jam Kerja ASN 32,5 Jam Per Minggu

TANGERANG, (KB).- Di bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan penyesuaian jam kerja kantor bagi para aparatur sipil negera (ASN) yang bekerja di masing-masing OPD Pemkot Tangsel.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Muhamad disebutkan, jam kerja ASN Senin hingga Kamis pukul 08.00-15.00 WIB dengan jam istirahat pukul 12.00-12.30 WIB, sedangkan Jumat jam kerja ASN dimulai pukul 08.00-15.30 WIB dengan jam istirahat pukul 11.30-12.30 WIB.

“Jumlah jam kerja efektif bagi perangkat daerah yang melaksanakan 5 atau 6 hari kerja, adalah 32,5 jam per minggu,” bunyi surat edaran nomor 800/1231/BKPP. Jam kerja tersebut, tidak berlaku bagi guru dan pegawai yang bertugas pada kelompok kerja yang karena pekerjaannya wajib dilakukan selama 24 jam secara bergiliran, pengaturannya dilakukan oleh masing-masing kepala perangkat daerah yang bersangkutan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi menyebutkan, akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan apabila ditemukan ASN yang kinerjanya justru tidak produktif selama bulan puasa ini. “Kami akan pantau terus kinerjanya, PP 53 akan kami gunakan. Agar pegawai di Tangsel meningkat disiplinnya,” katanya.

Hal senada juga ditegaskan Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang, M Yusuf. Ia menyampaikan tentang adanya perubahan jam kerja ASN Kota Tangerang selama Bulan Suci Ramadan 1439 Hijriah. “Jam kerja pegawai mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, yang diawali dengan pengajian bagi yang Muslim,” ujarnya.

Secara organisasi, lanjut dia, kegiatan pengajian juga merupakan salah satu bagian dari penyelenggaraan pembinaan pegawai sesuai visi dan misi sebagai kota yang berakhlakul kharimah. Selain itu, dia menginstruksikan tempat hiburan malam dan rumah makan untuk tutup sementara selama bulan puasa.

“Untuk tempat hiburan harus tutup sebulan penuh. Sementara, kepada pemilik rumah makan dan sejenisnya jam mulai buka pukul 15.00 WIB,” ucapnya di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (17/5/2018).

Menurut dia, rumah makan tersebut tidak diperbolehkan membuka usahanya secara terbuka dan harus menggunakan tirai. “Usaha jasa hiburan, seperti singing hall, karaoke, sauna, SPA, massage, dan billiard menutup sementara kegiatan usahanya sehari sebelum hari pertama Bulan Suci Ramadan atau H-1,” tuturnya.

Aturan tersebut, telah diberlakukan mulai Selasa (15/5/2018) kemarin atau mengikuti waktu pengumuman dari pemerintah pusat untuk penetapan awal Ramadan.

“Mereka diperbolehkan lagi membuka tempat hiburannya kembali pada Ahad (17/6/2018) setelah Hari Raya Idulfitri,” katanya seraya menegaskan, apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut, maka pemkot akan secara tegas menutup tempat usahanya tersebut. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here