Selama 2019, Kasus Pencurian Menonjol

Polisi merilis 10 kasus kriminal yang paling menonjol terjadi di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota sepanjang 2019. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim mengatakan, kasus-kasus yang terjadi di wilayah hukumnya tersebut, cukup beragam.

Namun, kata dia, terdapat 10 kasus yang menonjol, di antaranya pembunuhan 5 kasus, penganiayaan berat 32 kasus, pencurian dengan pemberatan 50 kasus, pencurian dan kekerasan 13 kasus, curanmor 86 kasus.

Selain itu, kebakaran 2 kasus, perjudian 2 kasus, pemerasan 5 kasus, pemerkosanaan nol kasus, hingga kenakalan remaja nol kasus. “Semuanya sudah kami ungkap,” ujarnya.

Ia menuturkan, 10 kasus menonjol tersebut , jika dipersentasekan atau dibandingkan dengan tahun lalu rata-rata mengalami penurunan. “Secara keseluruhan rata-rata turun. Yang naik kasus pembunuhan dan curanmor,” ucapnya.

Ia berharap, nominasi 10 kasus menonjol ini, pada 2020 terus mengalami penurunan, sehingga kenyamanan masyarakat dalam kehidupan di Kota dan Kabupaten Tangerang dapat semakin dirasakan. Menurunnya angka kriminalitas, karena masyarakat disebut paham hukum.

Ia mengatakan, selama 2019 situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota secara umum aman terkendali. “Berbagai permasalahan yang timbul di masyarakat dapat dikelola dengan baik dengan jajaran. Kasus-kasus menonjol dalam waktu singkat dapat diungkap,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, total tindak kriminal selama 2019 berjumlah 533 kasus. Angka tersebut, kata dia, menurun dibanding periode 2018 yang berjumlah 574 kasus. “Trennya menurun 41 kasus atau minus 7,69 persen,” katanya.

Ia menjelaskan, persentase tingkat penyelesaian tindak pidana juga mengalami penurunan. Total crime clereance 2019 hanya 644, sedangkan 2018 berjumlah 659. “Ini juga menurun 2,33 persen,” ujarnya.

Ia menyebutkan, risiko penduduk terkena tindak pidana selama 2019 juga menurun. Perbandingannya, hanya 21 orang yang menjadi korban kejahatan dari 2.494.395 jiwa penduduk di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota. “Kalau tahun 2018 itu jumlahnya 23 orang,” ucapnya.

Namun, tutur dia, waktu penyelesaian kasus mengalami perlambatan, yakni untuk 2019 rata-rata 17 jam 16 menit 43 detik dan 2018 rata-rata 16 jam 18 menit 26 detik dalam setiap kasus. “Lambat 1 jam 2 menit 27 detik,” tuturnya.

Menurut dia, menurunnya tindak pidana tersebut, karena masyarakat sudah paham dengan hukum. “Kesadaran hukum masyarakat cukup bagus. Bisa menjaga kamtibmas,” katanya.

Sementara, pencurian kendaraan motor (curanmor) di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi kasus kriminal terbanyak selama 2019. Polres Tangsel mencatat terjadi 230 kasus.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan memaparkan, jumlah kasus kriminal di Tangsel mengalami penurunan sebesar 8 persen. Tahun ini, terdapat 1.819 kasus, 2018 sebanyak 1.971 kasus.

Dari ribuan kasus tersebut, ujar dia, terdapat enam kasus yang menonjol, di antaranya kasus pembunuhan, penganiayaan berat (anirat), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan motor (curanmor), serta perlindungan perempuan dan anak (PPA).

“Kasus pembunuhan dengan jumlah 5 kasus, anirat 85 kasus, curat 135 kasus, curas 24 kasus, curanmor sebanyak 230 kasus, dan PPA 199 kasus,” ucapnya di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Selasa (31/12/2019).

Ia menyebutkan, meski menjadi kasus terbanyak, curanmor mengalami penurunan jika dibandingkan dari tahun sebelumnya. “Penurunan sebesar 39 persen. Tahun 2018 kasus curanmor mencapai 374 kasus,” tuturnya.

Sementara, kata dia, untuk crime clearence (cc) atau penyelesaian tindak pidana mencapai 149 kasus. “Berhasil diselesaikan sebanyak 149 kasus atau dengan tingkat keberhasilan 65 persen,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono menerangkan, modus dominan kasus curanmor dalam setahun belakangan ini pencurian motor luar rumah pemilik.

“Selain itu, jaringan pelakunya juga dari berbagai daerah. Ada dari Bekasi, Bogor, wilayah Banten, seperti Serang dan sekitarnya. Tapi, kami petakan memang sekitaran situ,” ujarnya.

Sementara, ucap dia, untuk daerah yang paling banyak terdapat kasus curanmor tersebut, adalah wilayah yang padat permukimannya. “Seperti Pondok Aren, Ciputat, Pamulang, dan Kelapa Dua. Memang yang di daerah penduduknya cukup ramai,” tuturnya.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat, agar senantiasa dapat lebih mengantisipasi dan meningkatkan keamanan.

“Keamanan baik di rumahnya pribadi atau di wilayah sekitarnya, karena tidak akan ada peluang bila pelaku tidak mempunyai kesempatan. Artinya harap lebih berhati-hati, karena sering terjadi kejadian saat motor di parkir di depan rumah,” katanya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here