Selama 15 Tahun, Siti Melati Menderita Lumpuh Layu

Ikhtiar pemerintah dalam menyejahterakan masyarakatnya melalui tiga program unggulan Lebak Sehat, Lebak Pintar dan Lebak Sejahtera tampaknya belum benar-benar menyentuh kepada masyarakat, khususnya di daerah pelosok. Sebab, bagi masyarakat di pelosok, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan pas-pasan, jangankan bisa menikmati pembangunan infrastruktur yang layak, untuk fasilitas jaminan kesehatan saja dirasakan sulit.

Hal tersebut salah satunya dialami keluarga Suriatomo (40) dan Emin (35), warga Kampung Ciguha, Desa Pasir Gombong, Kecamatan Bayah. Karena keterbatasan ekonomi, mereka hanya bisa pasrah dengan kondisi anak perempuannya, Siti Melawati yang selama 15 tahun ini menderita penyakit lumpuh layu. Selama sakit, anaknya tersebut tidak pernah mendapatkan pemerintah daerah untuk melakukan pengobatan. ”Sudah hampir 15 tahun, kondisi anak saya begini tanpa dilakukan pengobatan. Karena nggak ada uang, maka selama ini pengobatan hanya dilakukan alakadarnya saja,” kata Emin ibunda Siti, akhir Ramadan lalu.

Ia menceritakan, sebelum tidak bisa berjalan dan diduga menderita lumpuh layu, awalnya Siti menderita penyakit panas. Sejak menderita panas anaknya tidak bisa berjalan dan selama itu hanya diberikan obat alakadarnya, bahkan untuk asupan gizi pun setiap hari hanya diberikan bubur yang dibuat sendiri. ”Sebetulnya pada saat lahir kondisinya normal. Namun, sekitar dua minggu kemudian korban sering mengalami panas dan demam tinggi, ya karena nggak punya uang kondisi anak saya ini nggak diperiksa ke dokter dan hanya diperiksakan ke pengobatan alternatif,” ujarnya.

Ia mengaku sudah melaporkan kondisi anaknya tersebut ke pihak Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Namun, hingga saat ini tidak ada satu pun pihak Puskesmas yang datang untuk melakukan penanganan pada anaknya tersebut. Bahkan kasus ini sudah disampaikannya ke pihak desa.
”Sempat dari pemerintah desa katanya pihak pemerintah mau melakukan pengobatan gratis. Tetapi, sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” ucapnya.

Pihaknya hanya berharap agar anak keduanya bisa mendapatkan pengobatan yang layak, meskipun jika melihat kondisi anaknya sulit untuk sembuh. Tetapi, jika sudah diobati minimal anaknya bisa menikmati yang namanya program bantuan yang dijanjikan pemerintah. ”Sekarang saja, selain kami kesulitan biaya untuk lakukan pengobatan, kehidupan kami sekeluarga saja hanya pas-pasan pak,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Lebak, HM. Sukirman segera menindaklanjuti kasus tersebut dengan menerjunkan tim untuk melihat secara langsung kondisi korban di lapangan. ”Kita harus pastikan dulu, apa penyakitnya lumpuh layu atau kurang gizi. Yang jelas kita akan turunkan tim dulu ke lapangan melakukan penanganan,” katanya. (Galuh Malpiana”KB”)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here