Rabu, 20 Februari 2019
Breaking News

Sekolah Wajib Didik Karakter Anak

PANDEGLANG, (KB).- Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pandeglang, Agus Makdum menilai, pendidikan karakter anak sangat penting untuk dikembangkan dan diterapkan di setiap sekolah di Kabupaten Pandeglang. Selain itu, pendidikan karakter anak harus pula menjadi kewajiban orangtua siswa di rumah.

Menurut Agus, saat ini fakta di lapangan pendidikan karakter anak mulai pudar. Karena masih ada fenomena anak yang tidak menghormati orangtua maupun guru di sekolah. “Kemarin saja, saya melihat tayangan di on the spot yang menceritakan seorang murid menantang kepala sekolah untuk duel. Selain itu, ada pula siswa berkelahi dengan guru dan kejadian itu malah ditepuki tangan oleh temannya, karena murid tersebut dianggap gagah mengalahkan guru,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang, Agus Makdum kepada Kabar Banten, Senin (16/7/2018).

Kasus anak seperti itu, lanjut Agus, tidak sekadar ada ditayangan televisi. Namun fakta di Pandeglang banyak ditemukan anak sekolah menghentikan mobil angkutan barang hanya untuk cari gengsi tumpangan gratis. “Ya, atas aksi main henti kendaraan barang, akhirnya terjadi kasus kecelakaan anak sekolah meninggal dunia akibat terjatuh dari mobil di wilayah Kecamatan Cipeucang,” ujarnya.

Ia mengatakan, peran orangtua sangat penting untuk mengawasi anak. Karena tidak sedikit anak saat berada di rumah mengenal konten-konten negatif dalam smartphone. “Bapak, Ibu main Whats App, anak nya juga main game atau konten negatif. Seharian mereka di dalam kamar. Itu bukan belajar, tapi main hanphone, main WhatsApp. Itu kan didalam konten WA ada juga yang negatif. Jadi bapak, ibu harus punya tanggung jawab untuk membentuk karakter anak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, E Supriadi mendukung pendidikan karakter terhadap anak. Soalnya, dengan pendidikan karakter bisa membentuk anak menjauhi hal negatif. “Karakter anak sangat penting, apalagi di era globalisasi. Anak dengan mudah bisa mengakses gambar maupun video yang negatif. Tetapi kalau anak memiliki pendidikan karakter, akan terhindar dari hal negatif. Pendidikan karakter anak adalah tanggung jawab bersama,” ucapnya. (IF)*


Sekilas Info

UIN SMH Banten Siapkan 200 Kuota Mahasiswa untuk Prodi Baru

SERANG, (KB).- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menyiapkan 200 kuota untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *