Sekolah Gratis Tingkatkan APK Pendidikan

PENDIDIKAN gratis yang ditunjukkan bagi siswa sekolah diyakini dapat meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pendidikan. Hal itu dikemukakan Kepala SMAN 1 Warunggunung Tuti Tuarsih, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, Gubernur Banten Wahidin Halim yang memberlakukan sekolah gratis di tingkat SMA/SMK berstatus negeri, patut diapresiasi, karena ingin APK dan APM pendidikan di Provinsi Banten meningkat.

“Sehingga, secara kuantitas angka bersekolah anak-anak di Banten terus berkembang. Sejak pendidikan gratis diberlakukan, sekolah ini ‘kebanjiran’ siswa hingga jumlahnya melebihi daya tampung yang dimiliki sekolah,” kata Tuti.

Ia menjelaskan, sejak pemberlakuan pendidikan gratis dilaksanakan, pihak sekolah merasa kewalahan terutama pada saat dibukanya penerimaan peserta didik baru (PPDB) pendaftarnya jauh meningkat hingga melebihi rombongan belajar (rombel).

“Bahkan, tahun ajaran 2019-2020 siswa yang tercatat bersekolah di sini mencapai 408 siswa. Padahal, kebutuhan siswa hanya 216 siswa per kelas,” ujarnya.

Selama ini, pihaknya juga tidak menemukan anak-anak putus sekolah. Karena mereka sudah digratiskan melalui bantuan operasional sekolah nasional (BOSNas) Rp 1,4 juta per siswa dan bantuan operasional daerah (BOSDa) di atas Rp 3 juta per siswa.

“Kami sangat terbantu sekolah gratis, karena biaya operasional ditanggung Pemprov Banten hingga anggaran pendapatan belanja sekolah mencapai Rp 3 miliar,” ucapnya.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Cikulur Mumu Chaerul Mufti mengatakan, sekolah pada ajaran tahun baru 2019-2020 terpaksa menambah dua rombel, karena adanya peningkatan melanjutkan siswa SMP/MTs akibat diberlakukannya sekolah gratis.

Kebijakan Wahidin Halim patut diapresiasi untuk memajukan masyarakat Banten untuk menerima pendidikan 12 tahun dengan menggratiskan biaya pendidikan berdasarkan Pergub Nomor 31 Tahun 2018 tentang Pendidikan Gratis Pada SMA/SMK dan Sekolah Khusus Negeri.

“Semua siswa di sini sudah digratiskan biaya pendidikan tanpa pungutan sepersen pun,” tuturnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Kabupaten Lebak Sirojudin -Alfarisy menyatakan, pendidikan sekolah gratis salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Banten yang unggul.

Karena itu, kebijakan Wahidin Halim sesuai tuntutan dan keinginan masyarakat Provinsi Banten, karena cakupan APM dan APK jenjang SMA/SMK masih rendah. “Kami terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas dengan sekolah gratis itu,” ujarnya. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here