Sejumlah Wakil Rakyat Gadaikan SK

SERANG, (KB).- Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang periode 2019-2024 mulai menggadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai anggota DPRD setelah dilantik Selasa (3/9/2019) lalu.

Menurut Sekretaris DPRD Kota Serang Moch Ma’mun Chudari, hal tersebut lumrah dilakukan, karena menyangkut kebutuhan pribadi masing-masing. Ia mengatakan, saat ini sudah lebih dari lima anggota legislatif yang sudah menggadaikan SK-nya ke Bank Jabar Banten (BJB).

“Ada beberapa anggota yang sudah menggadaikan SK. Sudah ada lebih dari lima anggota untuk detailnya berapa jumlah anggota yang gadai SK saya lupa,” katanya saat dihubungi Selasa (10/9/2019).

Meski begitu, dia tidak mengetahui detail alasan para wakil rakyat menggadaikan SK. Sebagai Sekwan, dia hanya membantu para anggota yang akan menggadaikan SK sebagaimana persyaratan administrasi.

“Saya pikir mereka yang lebih paham terkait kebutuhan mereka. Kami hanya menyelesaikan secara administrasi, membantu memfasilitasi mereka, kami copy-kan SK gubernur itu untuk digadaikan ke Bank Jabar Banten,” ucapnya.

Menurut dia, jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah, karena saat ini masih ada anggota yang berkonsultasi untuk menggadaikan SK-nya. Untuk gaji anggota DPRD Kota Serang berada di kisaran Rp 30 juta.

“Kemungkinan akan bertambah, sebab saat ini sudah ada komunikasi, tapi baru sebatas komunikasi saja,” ujarnya.

Ia menganggap hal tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi pada dewan dan aparatur sipil negara (ASN). Ia tidak begitu detail mengetahui, karena bersifat kebutuhan pribadi. Namun, jika terjadi pergantian antar waktu (PAW) sebelum utang lunas, maka utang tersebut, akan menjadi tagihan individu.

“Karena ini tidak termasuk di kami, sejauh yang saya tahu begitu mereka PAW urusannya sama individu, karena sudah tidak bisa potong gaji,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, menggadaikan SK dibolehkan dalam aturan. Selain itu, tidak pernah ada permasalahan dengan pihak bank. “Kan ada aturanya boleh, enggak ada masalah dengan bank, kan ada asuransinya,” katanya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here