Kamis, 15 November 2018

Sejumlah Tokoh Banten Gelar Silaturahmi Akbar, Pendukung Ma’ruf Amin Targetkan 80% Suara Pada Pilpres 2019

TANGERANG, (KB).- Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Banten, purnawirawan TNI, dan masyarakat Tangerang menggelar acara silaturahmi akbar dan istigasah nasional bersama bakal calon Wakil Presiden, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, di Lapangan Pemuda, Jalan Daan Mogot, KM 1, Kota Tangerang, Banten, Rabu (12/9/2018).

Meski Ma’ruf Amin tidak hadir, namun acara itu dibanjiri ratusan siswa SMA dan mendapat penjagaan ketat dari puluhan Banser NU. Acara yang berjalan sejak pukul 09.00 WIB itu dimanfaatkan untuk memberikan dukungan kepada Ma’ruf Amin sebagai pasangan Joko Widodo.

Presidium Aliansi Masyarakat Banten Bersatu (AMBB), Maman Fathurachman mengatakan, sebagai warga Banten sudah menjadi kewajiban untuk mendukung kemenangan Ma’ruf Amin.

“Kita aliansi masyarakat Banten bersatu, tetap berharap Pilpres dan Pileg 2019 berjalan dengan baik. Yang kedua, jaga persatuan dan kesatuan. Kita punya target 80% Banten harus menang,” ujarnya.

Menurutnya, secara formal memang belum ada janji kampanye Ma’ruf Amin untuk rakyat Banten. Namun dengan majunya Ma’ruf Amin, dia berharap pembangunan di Banten semakin cepat dan berjalan lancar.

“Secara formal belum ada disampaikan, tetapi kita berharap sebagai warga Banten, kita melihat orangtua kita saja. Dengan Ma’ruf Amin, kita berharap pembangunan di Banten akan dipercepat,” ucapnya.

Ruhut Sitompul yang hadir dalam kegiatan itu menambahkan, ini merupakan peluang bagi rakyat Banten untuk mendukung tokohnya menjadi Wakil Presiden dan harus dimaksimalkan dengan sebaik mungkin.

“Kapan lagi, orang Banten asli jadi wapres? Kita masyarakat Banten, keluarga besar ulama dan tokoh-tokoh yang ada di Banten ini, insya Allah menangnya pasangan ini juga menangnya Indonesia,” katanya lagi.

Diungkapkan Ruhut, Banten merupakan barometer Indonesia yang keberadaannya sangat diperhitungkan. Namun, Ruhut meminta warga Banten bisa menahan diri dan tidak terprovokasi politik adu domba.

“Siapa yang tidak tahu, KH. Ma’ruf Amin tokoh di Banten dan keluarga Syekh Nawawi. Kita mengajak semua, tapi harus taat aturan, dan jaga suasana tetap kondusif, dan jangan mau diadu domba,” ucapnya.

Permohonan maaf 

Dalam sambutannya, Siti Marifah, putri sulung Ma’ruf Amin mengatakan, pihaknya memohon maaf karena ayahandanya Ma’ruf Amin tidak bisa datang menghadiri silaturahmi akbar dan istigasah nasional.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf, karena abah sedang ada tugas mendadak di luar yang harus dihadiri dan tidak bisa diwakilkan,” tutur Siti.

Dia menjelaskan, selama ini Ma’ruf Amin sudah banyak melakukan sesuatu, secara kultural. Namun, hal itu dirasa tidak cukup. Untuk membangun bangsa, dibutuhkan perbuatan secara struktural, dan peluang sangat besar.

“Beliau sudah melakukan langkah-langkah membangun masyarakat melalui jalur kultural, tetapi ini saja tidak cukup. Untuk membangun bangsa ini, juga harus melalui jalur struktural,” kata Siti Marifah.

Dijelaskan dia, ada dua hal yang harus dijalankan ulama sebagai tanggung jawab terhadap umat dan semua sudah dijalankan oleh Ma’ruf Amin. Pertama, pemberdayaan ekonomi umat di pondok pesantren.

“Kedua kebangsaan, ulama harus siap apalabila diminta negara untuk mengabdi. Contohnya sudah ada KH. Abdurahman Wahid. Visi misi menguatkan ekononi umat melalui ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo saat ini sudah baik. Namun, hadirnya Ma’ruf Amin akan membuat pemerintahan yang ada saat ini akan lebih baik lagi dari sebelumnya.

“Bagaimana melakukan perbaikan menjadi lebih baik dan menjadi lebih baik. Apakah yang dilakukan Jokowi sudah baik? Sudah baik. Tetapi harus menjadi lebih baik, dalam pemberdayaan ekonomi umat,” tuturnya.

Dijelaskan dia, apa yang menjadi amanah masyarakat Banten hari ini sebagai cawapres, Ma’ruf Amin bisa memakmurkan masyarakat Banten, karena pembangunan masyarakat Banten masih jauh tertinggal.

“Tentu saja pemberdayaan ekonomi umat, bank mikro, pemberdayaan umat dan pemerataan. Seperti di Baduy dan daerah terpencil, dan pemberdayaan dari sisi peningkatan pangan dan lainnya,” katanya kembali. (DA)*


Sekilas Info

Kalah Judi Daring, Remaja Nekat Curi Mobil

TANGERANG, (KB).- Akibat terlilit utang, karena kalah judi daring atau dalam jaringan (online), seorang remaja berinisial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *