Rabu, 26 September 2018

Sejumlah Pengusaha Pindahkan Lokasi Pabrik

TANGERANG, (KB).- Anggota DPRD Tangerang menyesalkan sejumlah pengusaha memindahkan pabrik ke daerah lain dengan alasan upah tinggi, sehingga dinilai memberatkan mereka. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriadi, Kamis (1/3/2018) mengatakan, ada beberapa laporan yang diterima, bahwa faktor upah tinggi menyebabkan mereka hengkang.

“Pengusaha memindahkan pabrik ke Cianjur, Majalengka, Jawa Barat, serta Solo, dan Semarang, Jateng,” kata Politisi PDI Perjuangan tersebut. Ia menuturkan, akibat upah buruh yang relatif tinggi, menyebabkan kompetisi bisnis antarpengusaha dianggap kurang sehat.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang tersebut menambahkan, mengetahui pemindahan pabrik tersebut, karena mendapatkan laporan dari pengusaha. Masalah serupa juga dialami pengusaha di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan akibat tidak mampu membayar upah.

Sedangkan, upah minimum di Kabupaten Tangerang sebesar Rp 3,55 juta, Kota Tangerang Rp 3,8 juta, dan Kota Tangerang Selatan Rp 3,55 juta. Pengusaha bidang industri manufaktur dan padat karya sudah pindah ke daerah lain yang upah buruh relatif lebih murah. Menurut dia, sebagai ketua serikat pekerja dan DPRD setempat sering berdialog dengan pengusaha dan mengharapkan mereka tetap menanamkan investasi di wilayah tersebut.

Ia menambahkan, industri pemintalan dan tenun di Kabupaten Tangerang sudah banyak yang gulung tikar. Meski demikian, ada keunggulan dari daerah tersebut, yakni menyangkut infrastruktur, tetapi hanya dapat dimanfaatkan pengusaha yang tidak banyak membutuhkan tenaga kerja, seperti pergudangan. Penyebab pengusaha masih tetap bertahan, karena wilayah tersebut berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta maupun Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (DA)***


Sekilas Info

Polres Tangsel: Waspadai Penipuan Rekrutmen CPNS

TANGERANG, (KB).- Kepolisian Resort Tangerang Selatan mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai aksi kejahatan penipuan. Tindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *