Sejumlah Harga Komoditas di Pasar Induk Rau Naik 0,4 Persen

Irjen Kemendag, Srie Agustina berbincang dengan pedagang saat mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Banten, Selasa (11/12/2018). Monitoring harga bahan pokok tersebut dilakukan untuk memastikan harga stabil jelang libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.*

SERANG, (KB).- Sejumlah harga komoditas di Pasar Induk Rau (PIR) jelang natal dan tahun baru mulai mengalami kenaikan sekitar 0,4 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan, di antaranya harga beras serta telur dan daging ayam.

Hal itu terungkap saat Kementerian Perdagangan (Kemendag) meninjau Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Selasa (11/12/2018). Dari hasil pantauan jelang natal dan tahun baru itu, diketahui harga beras medium Bulog Rp 8.650/kg, beras medium lainnya Rp 9.500-Rp 12.000/kg, beras premium Rp 12.500-Rp 13.000/kg.

Selanjutnya, gula pasir Rp 11.000/kg, minyak goreng curah Rp 9.000/liter, daging sapi beku Rp 75.000-Rp 90.000/kg, daging sapi segar Rp 120.000/kg, telur ayam ras Rp 26.000/kg, daging ayam ras Rp 37.000/kg, cabai merah keriting Rp 28.000/kg, cabai merah besar Rp 28.000/kg, cabai rawit merah Rp 28.000/kg, bawang merah Rp 28.000/kg dan bawang putih Rp 16.000/kg.

Inspektur Jenderal Kemendag Srie Agustina mengatakan, dari hasil pantauannya secara umum harga kebutuhan pokok cukup stabil dan harganya pun relatif terjangkau. “Stabil itu artinya tidak ada kenaikan dibanding bulan lalu, dan masih mendekati atau di bawah harga acuan atau harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” kata Srie usai melakukan tinjauan di PIR.

Menurutnya, bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, minyak sayur dan kebutuhan lainnya masih dalam kondisi stabil. Namun untuk harga telur dan daging ayam, kata dia, terjadi kenaikan. Meski demikian, ia menyatakan kenaikan itu masih dalam batas toleransi. “Memang telur dan daging ayam sedikit ada kenaikan, tapi sedikit didalam batas toleransi,” ucapnya.

Ia menuturkan, harga beras juga relatif masih stabil meskipun ada kenaikan. Untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga beras akibat kurangnya pasokan, ia meminta bulog sebagai salah satu BUMN untuk terus melakukan suplai.

“Itu harga relatif, memang ada kenaikan dengan rata-rata 0,40 persen saja. Nah untuk mengantisipasi kenaikan harga di hari-hari selanjutnya, kita akan minta bulog terus melakukan suplai ke pasar membantu para pedagang kalau mereka kekurangan,” tuturnya.

Kepala Disperindag Provinsi Banten, Babar Suharso mengatakan, pemantauan tersebut rutin dilaksanakan setiap HBKN oleh Kementerian Perdagangan. Hal tersebut untuk memastikan tidak ada kenaikan harga, kualitas barang sesuai dan stoknya tersedia.

“Alhamdulillah untuk Banten harga tidak ada lonjakan, stok tersedia banyak kemudian pedagang tidak melakukan kenaikan harga sepihak. Artinya, mereka melakukan kenaikan harga sesaat saja kemarin pas maulid nabi khususnya ayam dan telur,” katanya.

Untuk pasokan, ia memiliki cadangan beras pemerintah untuk persediaan se-Banten di bulog dan toko tani di bawah Dinas Ketahanan Pangan. Sedangkan untuk komoditi lain, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan daerah lain. “Jadi beras subsidi di bulog, beras murah di ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bulog Divre Serang Renato Horison mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan persediaan untuk Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon sebanyak 5.000 ton. “Artinya bisa untuk tadi kan kebutuhannya 300 ton, kita hitung 500 ton berarti ada sepuluh bulan, sampai dengan lebaran insya Allah tidak ada masalah,” tuturnya. (Masykur/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here