Sejumlah Atletnya Jadi Korban Banjir di Lebak, KONI Banten Kunjungi Lokasi dan Salurkan Bantuan

LEBAK, (KB).- Pengurus beserta staf Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten mengunjungi lokasi bencana banjir bandang di Desa Bujal, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Sabtu (4/1/2020). Dalam kunjungan tersebut, KONI Banten menyalurkan bantuan kebutuhan pangan, pakaian, dan sejumlah uang.

“Atas dasar kemanusiaan dan juga dorongan sosial, kami secara sukarela membantu memberikan bantuan untuk meringankan beban para korban bencan,” ujar Ketua umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo

Ia mengatakan, bahwa pihaknya tergerak untuk turun langsung membantu para korban bencana. Pihaknya merasa kaget ketika menerima kabar dari sosial media bahwa sejumlah atlet menjadi korban bencana.

“Saya kaget ketika menerima informasi di Whatsapp dan telpon bahwa ada atlet cabang olahraga (cabor) Arung Jeram terkena dampak banjir bandang dan rumahnya rata dengan tanah diterjang banjir. Kemudian, saya langsung menghubungi Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Banten tentang kebenaran informasi tersebut dan yang paling saya pertanyakan ialah keselamatannya,” kata Rumiah.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Banten, AKBP Agus Rasyid menyampaikan bahwa sejumlah atletnya memang betul terkena dampak banjir karena lokasinya berdekatan dengan sungai ciberang.

“Ya benar, atletnya Suryati dan Siti Ruqayah, sedangkan Pelatihnya Herman Dembleng. Jadi total ada 4 orang tim kami yang menjadi korban,” ujarnya.

Agus mengucapkan terima kasih atas kedatangan Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo ke lokasi titik bencana untuk memberikan bantuan dan bertemu langsung dengan atletnya.

“Terima kasih kepada ibu Rumiah, semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya, yang penting Suryati dan keluarga selamat, walaupun keadaan rumahnya porak poranda,” tuturnya.

Sementara itu, Suryati menceritakan detik-detik banjir bandang yang menerjang kediamannya beserta keluarga. Ia mengatakan, sekitar pukul 06.00 WIB, air sudah cukup deras tapi belum tinggi dan dirinya masih sempat beres-beres rumah.

“Di depan rumah, Bapak mulai panik ketika melihat air sungai naik dan masuk kerumah. Saya langsung ngamanin berkas-berkas dokumen serta Ijazah. Kemudian, kami sekeluarga langsung keluar rumah dan lari ke dataran tinggi. Setelah itu, saya lihat rumah sudah rata diterjang banjir,” katanya.

Ketua KONI Banten menyampaikan pesan kepada Suryati agar selalu tabah, sabar, dan semangat selalu menjalani hidup. Walaupun diterpa keadaan yang sulit.

“Suryati ini atlet kami yang punya banyak berprestasi, punya hati yang kuat. Semoga ia bia tetap terus semangat, tidak lagi bersedih. Dan semoga pemberiaan kami dapat bermanfaat, mari kita berdoa agar kediamannya dapat kembali berdiri dengan tegak,” ujar Rumiah. (Azzam)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here