Sehari Sebelum Belajar di Rumah Berakhir, Sekolah Harus Disemprot Disinfektan

SERANG, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menginstruksikan sekolah melakukan penyemprotan disinfektan, sehari sebelum edaran belajar di rumah selesai atau sebelum Selasa (31/3/2020).

Sekretaris Dindikbud Kota Serang Nursalim mengatakan, penyemprotan disinfektan di ruang kelas dan sekolah, merupakan standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilakukan.

“Sebelum kami masuk tanggal 31, kami sudah menginstruksikan kepala sekolah untuk disemprot sekolahnya, agar steril,” katanya, Kamis (26/3/2020).

Kemudian, tutur dia, pihak sekolah juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer di setiap kelas. Nantinya, sebelum siswa masuk ruangan kelas wajib mencuci tangan terlebih dahulu.

“Itu sudah SOP anak sebelum masuk cuci tangan dulu, kami juga sedang mengupayakan pembelian alat cek suhu badan (thermo gun). Insyaallah nanti pelan-pelan kami laksanakan itu,” ucapnya.

Untuk pengadaan cairan disinfektan, hand sanitizer ataupun alat lainnya yang dibutuhkan dalam mencegah Covid-19, sekolah bisa menggunakan anggaran biaya operasional sekolah (BOS). Alasannya, karena dalam kasus pandemi seperti ini, semua anggaran bisa digeser untuk pencegahan dan penanganannya.

“Pengadaannya diserahkan sekolah masing-masing melalui dana BOS, karena BOS bisa digunakan dalam kasus khusus sepeti ini,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, jika melihat situasi saat ini, bukan tidak mungkin proses belajar dari rumah akan ditambah waktunya. Karena, bagaimana juga keselamatan siswa harus menjadi yang utama dibandingkan hal lainnya.

“Kalau kemungkinan misalnya proses inkubasi ini masih terus berjalan, mungkin akan diperpanjang lagi bergantung instruksi dari Pemerintah Pusat atau wali kota bagaimana upaya menyelamatkan siswa lebih penting daripada upaya-upaya lain,” katanya.

Selanjutnya, dia mengimbau kepada orangtua siswa, agar selalu mengawasi anaknya. Jangan sampai, siswa keluyuran di luar rumah atau bahkan melakukan rekreasi ke tempat wisata. Meskipun, sejauh ini tidak ada laporan kejadian di Kota Serang.

“Jangan sampai anak kami lolos apalagi sampai rekreasi ini yang kami khawatirkan, tapi di Kota Serang tidak ada laporan itu, semua di rumah dibimbing orangtuanya,” ujarnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here