Sehari, 4 Lahan Tidur di Kota Serang Kebakaran

SERANG, (KB).- Sejumlah lahan tidur di Kota Serang rawan terbakar sepanjang musim kemarau. Bahkan, Ahad (18/8/2019), sebanyak empat lahan terbakar di lokasi yang berbeda.

Kepala Seksi (Kasi) Bidang Linmas dan Damkar Kota Serang Uba Agus Mauludin mengatakan, empat lokasi tersebut berada di kawasan Kota Serang Baru (KSB), Perumahan Griya Lopang, Kecamatan Taktakan, dan Perumahan Serang Hijau.

“Itu semuanya yang terbakar adalah lahan tidur. Dan rata-rata berada tidak jauh dari permukiman warga. Jelas ini membahayakan,” katanya, Senin (19/8/2019).

Ia menjelaskan, sepanjang bulan Januari hingga Agustus ini telah terjadi kebakaran sebanyak 51 kasus. Namun 12 kasus kebakaran lainnya berada di pertengahan bulan ini. Dari semua kasus tersebut, kebakaran didominasi di lahan tidur. Sedangkan yang paling banyak terdapat di Kecamatan Cipocok Jaya.

“Di Bulan Agustus saja sudah terjadi sekitar 12 kejadian kebakaran lahan tidur (ilalang) di Kota Serang. Memang sepanjang Januari hingga saat ini, cukup banyak kasus kebakaran. Tapi yang paling banyak itu lahan tidur, kalau rumah dan pertokoan itu tidak sebanyak lahan tidur, hanya beberapa saja,” ujarnya.

Kebanyakan, kata Uba, kebakaran lahan tidur itu disebabkan pembakaran sampah yang ditinggalkan begitu saja. Kemudian, banyaknya dahan kering yang mudah terbakar sehingga api membesar dan sulit dipadamkan.

Menghadapi kemarau ini, pihaknya sudah memaksimalkan persiapan apabila terjadi kebakaran. Apalagi di beberapa titik yang sering terjadi, seperti di KSB, karena masih banyak ilalang. Menurutnya, ilalang itu merupakan material yang mudah terbakar.

“Tentunya, kalau kemarau itu rawan terhadap kebakaran, terutama seperti lahan ilalang yang materialnya mudah terbakar. Namun untuk mengantisipasi kebakaran kami sudah siap,” ucapnya.

Untuk menunjang kinerja petugas pemadam kebakaran, Uba terbentur masalah prasarana yang tidak memadai. Oleh karena itu, kata dia, pekerjaan di lapangan tidak optimal.

“Sementara ini, jumlah petugas damkar di Kota Serang dirasa cukup. Akan tetapi untuk prasarana sangatlah minim, selang saja banyak yang bocor dan untuk anggaran pun sangat kecil, tapi hal itu tidak membuat semangat kami padam. Kami melakukan pekerjaan yang sudah menjadi tugas kami,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya di wilayah Kecamatan Cipocok yang rawan akan kebakaran lahan tidur. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here