Sedang Sulit Loker, Wahidin Halim: Jangan Mencari Kerja di Banten

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengimbau para pencari kerja tidak berspekulasi untuk datang ke Banten. Sebab, akibat pandemi Covid-19 banyak tenaga kerja di Banten yang masih dirumahkan.

“Jangan mencari kerja di Banten. Saat ini Banten sedang sulit lowongan kerja (loker),” katanya dalam siaran pers yang dikutip wartawan, Kamis (28/5/2020).

Sebagai informasi, Data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten pada tanggal 20 Mei 2020 menunjukkan sebanyak 27.569 karyawan dirumahkan. Sementara jumlah karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 17.298 orang. Kemudian jumlah perusahaan yang tutup mencapai 59 perusahaan.

Imbauan tersebut disampaikan guna antisipasi pendatang baru atau pencari kerja ke Banten yang mengiring arus balik lebaran.

WH menjelaskan, dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pihaknya tidak menutup atau menghentikan aktivitas produksi pada industri. Namun demikian, industri harus melaksanakan protokol kesehatan dalam proses produksinya, sehingga berdampak pada jumlah dan jam kerja karyawan.

Sebelumnya, Kepala Disnakertrans Banten Al Hamidi mengatakan, mereka yang terkena PHK dan dirumahkan merupakan pekerja di perusahaan yang beragam, mulai perusahaan produksi sepatu hingga perusahaan ritel.

“Ada macam macam, ada dari sektor persepatuan, retail, hampir semua ada yang terdampak,” katanya.

Terhadap yang PHK ia menekankan perusahaan tetap melaksanakan kewajibannya. Jika tidak mereka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau yang PHK haknya harus diberikan. (Disnakertrans) ada pengawasan, kita masih boleh kalau misalnya ada penugasan terhadap kepala dinas masih boleh melakukan pengawasan (terhadap PHK),” ujarnya.

Sementara untuk pekerja yang dirumahkan, perusahaan tetap membayarkan gaji per bulannya dengan besaran yang sepakati bersama pekerja bersangkutan.

“Kalau dilihat SE (surat edaran) menteri mah harus dirundingkan dan dibayar upahnya, mau separo, mau seperti apa tergantung perusahaannya,” ujarnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here