Sebut Cederai Semangat Perubahan, PAN Singgung Kandidat Dari Luar Cilegon

CILEGON, (KB).- Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Cilegon menyoroti Bakal Calon Wali Kota Cilegon yang menggandeng politisi luar daerah pada Pilkada Kota Cilegon. Tindakan tersebut, dinilai telah mencederai semangat perubahan.

“Bakal Calon Wali Kota Cilegon yang menggandeng pasangan dari luar Cilegon, telah mencederai misi perubahan,” kata Ketua DPD PAN Kota Cilegon Alawi Mahmud, Ahad (17/5/2020).

Menurut dia, selainmencederai misi perubahan, hal itu juga menyinggung perasaan masyarakat Kota Cilegon dan kultur Cilegon.

“Seakan-akan di Cilegon tidak ada sosok yang mumpuni menjadi wali kota atau wakil wali kota,” ujarnya.

Pihak yang menggandeng calon dari luar daerah dinilai mengedepankan ego personal. Bahkan, partai yang mengakomodir para calon tersebut, hanya mementingkan pengembangan politik di tingkat daerah.

“Ini jelas menganut ego personal, ego sektoral, juga ego institusi. Partai pun terkesan hanya mementingkan pengembangan politik. Tidak berfikir bagaimana memajukan rakyat cilegon,” tuturnya.

Karena itulah, kata Alawi, PAN akan memastikan pendamping Iye Iman Rohiman, Bakal Calon Wali Kota Cilegon dari PAN, adalah warga asli Kota Cilegon. Namun saat ditanya bakal calon pendamping Iye, Alawi enggan memberikan keterangan.

“Itu masih kami bungkus, menunggu perkembangan dan situasi politik,” tuturnya.

Seperti diketahui, Bakal Calon Wali Kota Cilegon yang telah resmi berpasangan hingga saat ini baru dua. Yakni Helldy Agustian, Bakal Calon Wali Kota Cilegon dari Partai Berkarya yang menggandeng Sanuji Pentamarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Ali Mujahidin, Bakal Calon Wali Kota Cilegon dari jalur independen yang berpasangan dengan Firman Mutakin.

Dari dua pasangan ini, hanya Sanuji Pentamarta yang merupakan calon dari luar Kota Cilegon, yakni dari Kabupaten Lebak. Sementara Firman Mutakin atau akrab dikenal Lian Firman, merupakan warga Citangkil.

Terkait hal ini, Alawi enggan menegaskan kritikan tersebut untuk calon pasangan wali kota yang mana. Ia secara diplomatis mengatakan, semua bakal calon adalah teman.

“Saya tidak ingin menyebutkan apakah itu Pak Helldy, Pak Sanuji, Pak Mumu (Ali Mujahidin-red), atau siapa pun. Mereka semua sahabat saya,” ucapnya.

Sementara itu, Bakal Calon Wali Kota Cilegon dari Partai Berkarya Helldy Agustian, menanggapi kritikan Alawi. Menurut dia, menggandeng bakal calon dari luar Cilegon merupakan hak konstitusi partai.

“Semua warga Indonesia berhak mencalonkan diri, itu tertera dalam undang-undang. Karena kalau bicara kepartaian, itu bukan individu. Semua orang memiliki hak konstitusi,” katanya.

Dilihat dari sejarah, lanjut Helldy, tidak sedikit pemimpin daerah berasal dari luar daerah tersebut. Bahkan, mantan Wali Kota Cilegon Tubagus Aat Syafaat dan Iman Ariyadi, menggandeng wakilnya dari luar Cilegon.

“Pak Jokowi asli Jawa Tengah, tapi bisa mencalonkan diri di Jakarta. Almarhum Pak Aat pun sama, menggandeng wakilnya dari Serang. Begitu pula Pak Iman, Pak Edi kan bukan asli Cilegon,” ujarnya.

Helldy tidak mempersoalkan pandangan politik Alawi. Namun ia menegaskan, kehadiran dirinya dan Sanuji di panggung politik, untuk kepentingan masyarakat Kota Cilegon.

“Jika ada yang berpandangan lain, sah-sah saja. Terpenting, kami ingin merubah Kota Cilegon menjadi lebih baik lagi,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here